Uni Eropa desak Israel hentikan proyek permukiman di Tepi Barat

antaranews.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jenewa (ANTARA) - Uni Eropa pada Jumat (16/1) mendesak Israel agar segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat, dengan memperingatkan bahwa langkah-langkah terbaru untuk mendorong perluasan permukiman mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni mengatakan bahwa publikasi batas waktu tender untuk pembangunan 3.401 rumah dalam rencana E1, serta kemajuan pembangunan jalan yang disebut “Sovereignty Road” merupakan sebuah provokasi serius.

Uni Eropa juga menyampaikan keprihatinan atas rencana permukiman di Atarot dan Nahalat Shimon di Yerusalem Timur.

Baca juga: Paus Leo XIV tegaskan warga Palestina berhak hidup damai di tanahnya

El Anouni menegaskan bahwa kebijakan permukiman Israel merupakan hambatan bagi perdamaian, berisiko memperburuk ketidakstabilan di Tepi Barat, memicu pemindahan ribuan warga Palestina, memecah wilayah Tepi Barat, serta mendorong aksi lanjutan oleh pemukim untuk melakukan kekerasan.

Ia menambahkan bahwa perluasan permukiman yang terus berlanjut semakin melemahkan kelayakan solusi dua negara, dengan Yerusalem sebagai ibu kota masa depan bagi kedua negara.

Uni Eropa mendesak otoritas Israel untuk segera membatalkan perluasan permukiman yang ilegal menurut hukum internasional, setelah berbulan-bulan terjadi percepatan dan peningkatan persetujuan rencana permukiman baru di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur, kata El Anouni.

Baca juga: 1 tewas dan 1 terluka akibat serangan tentara Israel di Tepi Barat

Uni Eropa juga menyerukan agar Israel mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional serta memastikan perlindungan bagi penduduk Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Siprus Yunani Constantinos Kombos, Jumat, menyatakan melalui unggahan di platform media sosial X bahwa ia melakukan pembicaraan telepon bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Kepala Otoritas Luar Negeri Israel Gideon Saar.

Dalam percakapan tersebut, mereka menekankan pentingnya diplomasi dalam meredakan eskalasi serta perlunya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.

Baca juga: Ekspansi permukiman ilegal Israel di Tepi Barat tahun 2025 pecah rekor

Sumber: Anadolu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Meluas di Kudus, 1.822 Warga Mengungsi di 11 Lokasi, Terbanyak di Gedung DPRD
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
Puing-Puing Ditemukan Diduga Milik Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Merasa Dirugikan, Elon Musk Gugat Open AI & Microsoft Senilai USD 134 M
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Siap-siap Ancaman Krisis 2026, Warga Kompak Borong Komputer
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Donald Trump Ancam Tarif Impor Tambahan bagi Negara yang Tak Dukung Ambisi AS Kuasai Greenland
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.