Hadiah Nobel Perdamaian 2025 seolah berpindah tangan. Medali kehormatan yang diraih oleh pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, itu diserahkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Machado menyerahkan hadiah bergengsi tersebut kepada Trump saat pertemuan di Gedung Putih pada Kamis (15/1/2026). Meski demikian, sejak beberapa bulan lalu Machado telah menyampaikan niatnya untuk mendedikasikan Nobel Perdamaian itu untuk Trump.
Machado bukan sosok sembarangan di Kolombia. Wanita berusia 58 tahun ini merupakan pemimpin oposisi di negaranya yang vokal mempromosikan hak-hak demokratis dan melawan kediktatoran.
Machado sempat hidup dalam persembunyian. Di tahun 2024 Machado dilarang oleh pengadilan Venezuela untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan menantang Presiden Nicolas Maduro, yang telah berkuasa sejak 2013.
Ketua Komite Nobel Norwegia, Jorgen Watne Frydnes, menyebut Machado sebagai "juara perdamaian" yang berjuang untuk melonggarkan "cengkeraman kekuasaan yang kaku" dari pemerintah Venezuela.
"Selama setahun terakhir, Machado terpaksa hidup dalam persembunyian. Meski menghadapi ancaman serius terhadap nyawanya, ia tetap memilih untuk berada di negaranya, sebuah keputusan yang menginspirasi jutaan orang," ujar Frydnes.
"Ketika otoritarian berkuasa, sangat penting untuk mengakui para pembela kebebasan yang berani, yang bangkit dan melawan," tambahnya.
Dedikasikan Kemenangan ke Donald TrumpBegitu menerima penghargaan bergengsi tersebut, Machado mendedikasikan Nobel Perdamaian yang diraihnya untuk rakyat Venezuela. Secara mengejutkan, Machado juga mendedikasikan penghargaan tersebut untuk Presiden AS Donald Trump, yang sangat mendambakan Nobel Perdamaian.
Machado, seperti dilansir AFP, Sabtu (11/10/2025), mendedikasikan Nobel Perdamaian yang diraihnya kepada Trump, atas "dukungan tegas" sang Presiden AS bagi gerakan pro-demokrasi di Venezuela.
"Saya mendedikasikan hadiah ini untuk rakyat Venezuela yang menderita, dan kepada Presiden Trump atas dukungan tegasnya bagi perjuangan kita!" tulis Machado dalam pernyataan via media sosial X seperti dilansir.
"Kita berada di ambang kemenangan dan hari ini, lebih dari sebelumnya, kita mengandalkan Presiden Trump, rakyat Amerika Serikat, rakyat Amerika Latin, dan negara-negara demokrasi di dunia sebagai sekutu utama kita untuk mencapai kebebasan dan demokrasi," sebutnya.
Dedikasi untuk Trump itu disampaikan Machado sekitar sebulan setelah pengerahan militer besar-besaran AS ke dekat pantai Venezuela dan kampanye serangan mematikan Washington terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba.
Machado merupakan kandidat capres oposisi dalam pemilu Venezuela tahun 2024 lalu, namun pemerintah Maduro memblokir pencalonannya.
Komite Nobel memuji "kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi".
(knv/knv)




