Begini Suasana Pemimpin Oposisi Venezuela Machado Bertemu Trump

erabaru.net
16 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di tengah langkah besar Amerika Serikat dalam menangani situasi Venezuela serta dimulainya pengaturan transisi kekuasaan, Presiden AS Donald Trump pada 15 Januari untuk pertama kalinya bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, di Gedung Putih. Pertemuan ini bukan hanya sensitif dari sisi waktu, tetapi juga menarik perhatian luas karena atmosfernya yang istimewa.

Sekitar tengah hari, media memotret Machado berjalan memasuki Gedung Putih, di mana ia dan Trump makan siang bersama. Sekitar pukul 16.00 sore, saat meninggalkan Gedung Putih, Machado melambaikan tangan kepada para pendukung yang menunggu di luar dan memeluk mereka yang bersorak menyambutnya. Kepada media, ia mengatakan bahwa pembicaraan berlangsung sangat baik.
“Kami menaruh harapan pada Presiden Trump untuk membawa kebebasan bagi Venezuela,” ujarnya, seraya menegaskan, “Kami bisa mempercayai Presiden Trump.”

Gedung Putih juga mengkonfirmasi bahwa Trump memberikan perhatian besar pada pertemuan ini. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Trump menilai Machado sebagai wakil berani dari banyak rakyat Venezuela dan berharap melalui pertemuan ini dapat memahami situasi nyata di negara tersebut secara lebih mendalam.

Namun, Gedung Putih juga mengakui bahwa penilaian Trump terhadap realitas politik dalam negeri Venezuela tetap cenderung “pragmatis”, dan dalam jangka pendek fokus utama masih akan berada pada pengoperasian pemerintahan transisi.

Saat ini, Venezuela dikelola oleh pemerintahan sementara. Pihak AS menyatakan bahwa selama periode ini kedua belah pihak tetap menjaga komunikasi erat, bahkan telah memfasilitasi kerja sama energi senilai ratusan juta dolar AS, serta membebaskan sebagian orang yang sebelumnya ditahan. Apakah perkembangan ini benar-benar dapat membawa titik balik bagi situasi Venezuela, masih terus diamati oleh dunia luar.

Dalam pertemuan tersebut, juga muncul sebuah insiden yang cukup menyita perhatian. BBC melaporkan bahwa Machado kemudian mengungkapkan, dalam pembicaraan pribadi di Gedung Putih, ia menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian yang ia peroleh kepada Trump, seraya menyatakan bahwa hal itu merupakan “pengakuan atas kontribusi uniknya dalam membela kebebasan kami.” 

Namun, ia tidak menjelaskan apakah Trump secara resmi menerima medali tersebut. Selain itu, Komite Nobel menyatakan bahwa penghargaan tersebut tidak dapat dipindahtangankan.

Media asing juga mengungkapkan bahwa salah satu tujuan utama kunjungan Machado kali ini adalah untuk meyakinkan Trump agar menilai kembali pengaruh dirinya dan kubu oposisi di dalam negeri, serta untuk mendapatkan dukungan Amerika Serikat yang lebih tegas. 

Ia juga memahami bahwa mendorong perubahan menyeluruh dalam waktu singkat tidaklah realistis, sehingga berharap dapat memulai langkah awal melalui pengaturan transisi, kerja sama energi, dan isu-isu kemanusiaan. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Tertekan, Pemerintahan Pramono Anung Diminta Mitigasi Dampak Banjir
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Trump Ancam Tarif bagi Negara yang Tolak Rencana AS Ambil Alih Greenland
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Juara Hobart International 2026, Janice Tjen: Rasanya Luar Biasa
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Terima Kasih Man City! Setan Merah Tembus Empat Besar usai Tekuk The Blues 2-0: Derby Era Michael Carrick Berbuah Manis
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
HUG K-Pop Concert Sajikan Beragam Aktivitas Menarik Sebelum Acara Puncak
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.