Pertamina Geothermal (PGEO) Lanjut Ekspansi Panas Bumi, Kejar Kapasitas 1 GW

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) terus melanjutkan ekspansi proyek-proyek panas bumi untuk mengejar target kapasitas 1 GW dalam 2-3 tahun.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy Edwil Suzandi menyampaikan bahwa pencapaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi langkah PGE ke depan.

Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGEO menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni 2025, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGEO dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW. 

Selain itu, PGEO menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW pada Agustus 2025. 

Empat proyek PGEO juga terpilih untuk masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga US$ 613 juta.

Capaian ini dinilai memperkuat posisi PGEO sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang Perseroan.

“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi," tuturnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga : Pertamina Geothermal (PGEO) Teratas Calon Pemenang PSPE Panas Bumi Cubadak

Edwil menyampaikan PGEO berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi.

Menurutnya, fondasi ini menjadi pijakan strategis bagi PGEO untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melalui percepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional. 

“Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,” ujarnya. 

PGEO kini tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029. Proyek tersebut meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga. 

Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033. Manajemen PGEO menyebut ekspansi tersebut sekaligus memperkuat peran perseroan dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.

Ekspansi PGEO di Luar Kelistrikan

PGEO tak hanya gencar ekspansi sektor kelistrikan pada 2025. Guna memperluas manfaat panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGEO meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus lalu. 

Inisiatif ini menjadi langkah awal PGEO dalam membangun ekosistem green hydrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon. 

Selain pengembangan green hydrogen, PGE juga mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. 

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital berbasis energi panas bumi yang lebih berkelanjutan. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Dukungan Pemkot Makassar untuk Pelaku Seni dan Industri Kreatif
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Suriah Tetapkan Bahasa Kurdi Jadi Bahasa Nasional di Tengah Konflik
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta Tegaskan Prosedur Penerbangan Pesawat ATR 42-500 Sesuai SOP
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pembersihan Internal Besar-besaran Terus Berlanjut di Militer Partai Komunis Tiongkok, 10 Jenderal Menghilang Bersamaan
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Melihat Kondisi Trotoar Rasuna Said, Tak Rata dan Menyisakan Bekas Tiang Monorel
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.