Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara acuan (HBA) pada periode kedua Januari 2026 mayoritas menguat.
HBA terbaru ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia lewat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan Untuk Periode Kedua Bulan Januari Tahun 2026.
Berdasarkan keputusan tersebut, HBA untuk batu bara kalori tinggi dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR pada periode kedua Januari 2026 naik tipis menjadi US$104,03 per ton. Pada periode pertama Januari 2026, HBA kalori ini berada di level US$103,30 per ton.
Namun, HBA untuk batu bara nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR tergelincir ke level US$71,61 per ton. HBA jenis batu bara ini turun tipis dibandingkan periode pertama Januari 2026 senilai US$72,23 per ton.
Untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, HBA dipatok sebesar US$48,39 per ton. Menguat tipis dibandingkan harga acuan awal Januari 2026 di angka US$47,05 per ton.
HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR juga menguat ke level US$35,38 per ton. Harga acuan itu naik dari posisi periode awal Januari 2026 di angka US$35,13 per ton.
Baca Juga
- Harga Batu Bara Acuan (HBA) Periode Pertama Januari 2026 Mayoritas Naik
- Harga Batu Bara Acuan (HBA) Periode Kedua Desember 2025 Kompak Naik
- Cek Diskon & Cashback Kereta Cepat Libur Natal 2025 & Tahun Baru 2026
HBA Januari 2026 periode kedua digunakan sebagai dasar perhitungan harga patokan batu bara (HPB).
Sementara itu, pemerintah akan memangkas produksi batu bara nasional menjadi di level sekitar 600 juta ton pada 2026.
Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang mencapai 790 juta ton.
"Dirjen minerba lagi menghitung, yang jelas di sekitar 600 juta lah. Sekitar itu batu bara, kurang lebih lah. Bisa kurang atau bisa lebih sedikit," tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2025, Kamis (8/1/2026).
Dia menuturkan, pemangkasan kuota produksi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 tersebut bertujuan untuk mengungkit harga batu bara yang terus melemah imbas kelebihan pasok di pasar global.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F17%2Fde366dd742a61ea957cf905f0b9179f0-20260117ron10.jpg)

