MELALUI sambungan telepon pada Jumat (16/1) waktu setempat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya atas sikap politik Rusia yang dinilai membela kedaulatan Iran.
Apresiasi itu disampaikan hanya berselang sehari setelah Dewan Keamanan PBB menggelar sesi khusus untuk membahas situasi keamanan di Republik Islam tersebut.
Pezeshkian menegaskan bahwa gejolak yang terjadi di negaranya bukan murni masalah domestik, melainkan adanya campur tangan pihak asing.
Baca juga : Iran Mendadak Sunyi Senyap usai Pembunuhan Massal
Menurut kantor kepresidenan Iran, Pezeshkian menyebut keterlibatan Amerika Serikat dan Israel, yang sering disebut Teheran sebagai rezim Zionis, sangat nyata dalam memicu kerusuhan tersebut.
"Peran dan keterlibatan langsung Amerika Serikat serta rezim Zionis dalam peristiwa terbaru di Iran sangat jelas," ungkap pernyataan resmi kantor kepresidenan Iran dikutip dari AFP.
Dukungan Rusia sebelumnya tampak nyata dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York. Dalam kesempatan itu, Duta Besar Rusia untuk PBB melontarkan kritik tajam kepada Washington.
Rusia menuduh Amerika Serikat sengaja 'memicu ketegangan dan menyulut histeria' terkait aksi demonstrasi yang terjadi di Iran.
Langkah Moskow itu mempertegas posisi Rusia sebagai sekutu strategis Iran di panggung global, terutama saat negara tersebut harus menghadapi ancaman intervensi dan kecaman dari negara-negara Barat. (E-4)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3357745/original/024831700_1611469061-20210124-Puncak_Musim_Hujan_Tiba-2.jpg)
