Fakultas Bisnis LSPR Gelar National Conference 2026, Dorong Green Entrepreneurship untuk Ekonomi Berkelanjutan

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: LSPR Institute of Communication and Business melalui Fakultas Bisnis menggelar forum akademik nasional bertajuk 'National Conference on Community Development, Business, Tourism, and Entrepreneurship 2026' pada 15 Januari 2025. Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk berbagi gagasan, hasil riset, dan praktik terbaik dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

National Conference on Community Development, Business, Tourism, and Entrepreneurship 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Total, ada 160 peserta yang mewakili berbagai akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.

Adapun acara ini diselenggarakan atas kolaborasi LSPR dengan Indonesia Banking School (IBS), Prodi Administrasi Bisnis UPN 'Veteran' Yogyakarta dan Prodi Teknik Industri Universitas Katolik Atmajaya Jakarta sebagai co-host.

Dengan mengusung tema 'Green Entrepreneurship: Membangun Ekonomi Berkelanjutan untuk Indonesia Lebih Maju', konferensi ini menyoroti pentingnya riset dan inovasi dalam kewirausahaan hijau yang memperkuat sektor bisnis, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis lingkungan. Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan akademik, membangun jejaring profesional, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan dan praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


(Foto: Dok. Ist)

Sejumlah kegiatan menarik pun dipersiapkan dengan matang dalam National Conference LSPR 2026. Mulai dari Opening Ceremony, Keynote Speech, serta Parallel Sessions yang menampilkan presentasi makalah ilmiah dari para pemakalah.

Topik-topik yang dibahas dalam acara ini, di antaranya Community Development, Business and Management, Tourism and Creative Economy, Entrepreneurship, Sustainability, serta Digital Innovation. Setiap sesi dirancang untuk mendorong diskusi kritis dan pertukaran perspektif antarpeneliti dan praktisi dari berbagai latar belakang.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor 1 LSPR Institute of Communication and Business, Dr. Janette Maria Pinariya, M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi akademik nasional dalam menjawab tantangan pembangunan di era transformasi digital dan globalisasi.
 

Baca Juga :

TEDxLSPR 2025: When Ideas Sparked Connections Beyond Boundaries

Konferensi ini pun diharapkan tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mampu menjembatani teori dan praktik dalam konteks pembangunan masyarakat.
 
Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute of Communication and Business, Dr. Yuliana Riana Prasetyawati turut bicara pada acara ini. Dalam closing speech, ia menyampaikan penyelenggaraan konferensi ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen kami dalam menjembatani teori akademik dengan praktik di lapangan.

Menurutnya, di tengah era transformasi digital, masyarakat memerlukan sinergi lintas disiplin ilmu untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas. Kami berharap rekomendasi yang lahir dari forum ini dapat menjadi acuan kebijakan yang relevan bagi pembangunan Indonesia ke depan.


(Foto: Dok. Ist)

Konferensi ini juga menghadirkan Prof. Madya Dr. Aida Maria Ismail selaku Pengarah Pusat Pembangunan Keusahawan Akademi Pembangunan PKS & Keusahawanan Malaysia (MASMED) Universiti Teknologi Mara (UiTM). Ia hadir memberikan Keynote Speech. Pada kesempatan itu, ia berbicara mengenai urgensi kolaborasi lintas negara dan inovasi hijau dalam kewirausahaan.

Selain sesi akademik, konferensi ini juga dimeriahkan dengan talkshow yang menghadirkan praktisi yang memaparkan implementasi nyata green entrepreneurship di industri. Talkshow ini menghadirkan Jasmine Natalia Prihartini, S.T., MBA selaku Head of Landscape Conservation & Environment Corporate Sustainability at APP Group, Randy Budi Wicaksono,S.Si., M.Sc selaku Direktur Utama dan Founder of PT Ravelware Technology Indonesia dan Lydia Sekar Wulanastri selaku Junior Partnerships Manager at Rekosistem.

Para pemakalah yang berpartisipasi berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia, dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam. Melalui presentasi dan diskusi yang konstruktif, para peserta berbagi temuan penelitian, pengalaman lapangan, serta lesson learned yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan riset dan kebijakan di masa mendatang.

Melalui penyelenggaraan National Conference on Community Development, Business, Tourism, and Entrepreneurship 2026, LSPR Institute of Communication and Business bersama para mitra menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Konferensi ini menjadi bukti bahwa sinergi antarperguruan tinggi dan pemangku kepentingan mampu mendorong terciptanya solusi inovatif dan berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Liga Italia Malam Ini: Inter Milan, Napoli, dan Juventus Bertanding
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Ijazah Habib Novel Alaydrus: Cara Mengamalkan Ayat 1000 Dinar agar Diguyur Rezeki Tak Disangka-sangka
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Zakat untuk perlindungan sosial, demi pemerataan kesejahteraan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Mensesneg Sebut RUU Disinformasi Belum Digodok Pemerintah
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
Viral Mobil Pasang Stiker Biru di Plat Nomor Diduga Hindari Ganjil Genap, Polisi Bakal Lakukan Penyelidikan
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.