Kemendagri Tekankan Percepatan Pemulihan Aceh Pascabencana

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA menegaskan pelaksanaan program 2026 harus berorientasi pada dampak nyata dan tidak sekadar bersifat administratif. Salah satu yang juga menjadi sorotan adalah penanganan pascabencana di Aceh.

“Seluruh kegiatan harus berbasis data dan bukti lapangan. Kita harus fokus pada aktivitas yang inovatif dan memberikan dampak langsung, bukan sekadar menambah volume kegiatan rutin,” ujarnya, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kemendagri menggelar Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Anggaran Tahun Anggaran 2026 di Sentul, Bogor, pada 14–16 Januari 2026.

Dalam pertemuan itu, Safrizal menyoroti peran Ditjen Bina Adwil dalam penanganan kebencanaan, khususnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, Safrizal ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Aceh dalam Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penugasan tersebut mendorong penyesuaian rencana kerja dan anggaran Ditjen Bina Adwil Tahun 2026, termasuk koordinasi penyusunan Rencana Induk Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh yang ditargetkan selesai pada Maret 2026.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Adwil Sri Purwaningsih, menyampaikan bahwa pagu anggaran Ditjen Bina Adwil Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp362,03 miliar, dengan pagu efektif Rp307,53 miliar setelah pencadangan untuk prioritas direktif Presiden.

Meski terjadi penyesuaian, Ditjen Bina Adwil optimistis mempertahankan kinerja, seiring realisasi anggaran Tahun 2025 yang mencapai 99,45 persen dari pagu efektif.

Kick Off Meeting ini diharapkan menjadi momentum percepatan pelaksanaan program dan pengadaan sejak awal tahun anggaran, guna memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pencarian Pesawat Hilang Difokuskan di Pegunungan Kapur Bantimurung Maros
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Melihat Kondisi Trotoar Rasuna Said, Tak Rata dan Menyisakan Bekas Tiang Monorel
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Greenland Jadi Rebutan, Dikepung Banyak Kepentingan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Spesifikasi JF-17 Thunder Milik Negara Islam Penghasil Nuklir, Jokowi Pernah Naik ke Kokpit
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Gelombang Protes Mereda, Iran Akan Pulihkan Akses Internet Secara Berkala
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.