GenPI.co - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk bekerja sama dalam menjaga stabilitas regional.
Kedua pemimpin bertemu di Kota Nara, Jepang barat, beberapa hari setelah Lee melakukan kunjungan ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan ekonomi, isu regional dan global, serta kecerdasan buatan (AI).
Kunjungan tersebut berlangsung seiring memburuknya hubungan diplomatik antara Jepang dengan China.
Ketegangan muncul setelah Takaichi mengatakan Jepang mungkin perlu mempertimbangkan intervensi militer jika China menyerang Taiwan.
Pernyataan Takaichi memicu kemarahan Beijing, yang menanggapi dengan memblokir ekspor barang penggunaan ganda ke Jepang.
Hal itu memunculkan kekhawatiran bahwa pasokan logam tanah jarang yang sangat penting bagi industri Jepang bisa terhambat.
Takaichi menilai pentingnya kolaborasi regional dalam menghadapi situasi ini.
"Sambil memajukan hubungan Jepang-Korea Selatan, kedua negara harus bekerja sama memastikan stabilitas regional dan memenuhi peran masing-masing," ujarnya, dilansir AFP, Jumat (16/1).
Menurut dia, kerja sama Jepang-Korea Selatan-Amerika Serikat menjadi makin penting mengingat lingkungan keamanan yang memburuk.
Di sisi lain, Lee mengatakan kerja sama ini lebih penting dari sebelumnya.
"Dalam situasi yang kompleks dan tatanan internasional yang berubah dengan cepat, kita harus terus membuat kemajuan menuju masa depan yang lebih baik," katanya.
Takaichi dan Lee sepakat untuk melanjutkan "diplomasi ulang-alik" berupa pertemuan rutin sekaligus mendorong denuklirisasi total Korea Utara. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:



