Panas! China Sebut Kesepakatan Cip AS-Taiwan Langgar Kedaulatan Beijing

matamata.com
11 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Pemerintah China mengecam keras kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Taiwan. Kesepakatan tersebut mencakup relokasi pabrik semikonduktor dari Taiwan ke AS dengan imbalan penurunan tarif impor, sebuah langkah yang dianggap Beijing melanggar prinsip "Satu-China".

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China. Beijing menentang segala bentuk perjanjian resmi antara wilayah Taiwan dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China.

"China dengan tegas menentang negosiasi dan penandatanganan perjanjian apa pun yang memiliki konotasi kedaulatan dan bersifat resmi antara wilayah Taiwan dan negara lain," ujar Guo dalam jumpa pers di Beijing, Jumat (16/1/2026).

Investasi Jumbo dan Tekanan Trump Kesepakatan dagang ini mencakup komitmen investasi Taiwan senilai 250 miliar dolar AS (sekitar Rp4.227,2 triliun) di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi AS. Sebagai kompensasi, tarif impor produk Taiwan ke AS diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi alot selama berbulan-bulan, menyusul permintaan Presiden AS, Donald Trump, agar produksi cip global dipindahkan ke negaranya demi memperkuat rantai pasok domestik.

Selain investasi langsung, Taiwan disebut akan menyediakan tambahan jaminan kredit sebesar 250 miliar dolar AS guna membantu perusahaan kecil dalam rantai pasok semikonduktor yang berekspansi ke Negeri Paman Sam tersebut.

Dampak bagi TSMC Raksasa semikonduktor Taiwan, TSMC, sebelumnya telah berkomitmen menginvestasikan 100 miliar dolar AS untuk memperluas bisnisnya di Arizona. Berdasarkan kesepakatan baru ini, produsen cip yang berekspansi di AS akan diberi fasilitas impor semikonduktor tanpa tarif tambahan selama masa konstruksi tertentu.

Di sisi lain, Beijing mendesak Washington untuk kembali mematuhi komitmen diplomatik yang telah disepakati sebelumnya.

"AS perlu sungguh-sungguh mematuhi prinsip Satu-China dan tiga komunike bersama China–AS," tegas Guo Jiakun.

Pemerintah AS sendiri menyatakan bahwa kerja sama dengan Taiwan murni dilakukan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok dan keamanan teknologi strategis di tengah persaingan global yang kian tajam. (Antara)

Baca Juga
  • Simpan Topeng Emas dan Jejak Prasejarah, Menbud Fadli Zon Siapkan Wajah Baru Situs Pasir Angin


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bansos PKH-BPNT 2026 Kapan Cair? Ini Cara Cek lewat HP dengan Mudah
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
KKP: Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros adalah Pesawat Patroli
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Alasan Bitcoin Masih Jadi Pilihan Utama Investor Kripto Pemula
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Arif Brata soal Tantangan Syuting Bareng Fajar Sadboy di Yang Penting Ada Cinta
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Berduka atas Bencana Tanah Longsor di Jepara
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.