JAKARTA, KOMPAS.com – Kekecewaan warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, terhadap kondisi jalan rusak memuncak.
Pada Sabtu (17/1/2025), sejumlah warga menggelar unjuk rasa dengan menanam pohon pisang di jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap lambannya perbaikan oleh pihak pengelola.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan, terdapat tiga pohon pisang yang ditanam warga di jalan berlubang persis di depan AEON Mall Cakung, tepatnya di seberang kantor pemasaran JGC.
Aksi penanaman pohon pisang tersebut dilakukan sebagai simbol protes karena jalan rusak di kawasan perumahan JGC dinilai tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC, Jakarta Timur, Wahyu Andre, mengatakan kondisi jalan rusak itu telah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun tanpa solusi permanen dari pihak pengembang.
"Kita bisa langsung menyaksikan, langsung merasakan, bagaimana jalan di sini itu seperti kita lagi off road, jalannya hancur lebur, dan kami sudah minta diperbaiki sudah sekian lama," ungkap Wahyu di lokasi kepada awak media, Sabtu.
Menurut Wahyu, hampir setiap hari warga JGC menyampaikan keluhan dan protes kepada pihak pengelola melalui RT dan RW agar jalan rusak di kawasan perumahan tersebut segera diperbaiki.
Namun hingga kini, kata dia, perbaikan yang dilakukan belum menyentuh seluruh ruas jalan yang rusak di kawasan JGC.
Ia menilai pihak developer hanya melakukan penambalan di titik-titik tertentu, sehingga kondisi jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
Menanggapi aksi tersebut, perwakilan pengelola JGC, Andhika, menyebut keluhan warga terkait jalan rusak sebenarnya telah ditindaklanjuti oleh pihak pengembang.
Bahkan, kata dia, telah ada kesepakatan bersama antara pengelola dan warga terkait rencana perbaikan jalan di kawasan tersebut.
Andhika mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan warga tetap menggelar aksi unjuk rasa, meskipun kesepakatan perbaikan telah disepakati sebelumnya.
"Jalan ini sudah ada kesepakatan. Sebenarnya, kesepakatannya itu kami perbaiki di bulan Juni nanti, dan itu dari RT RW, seluruh warga pun sudah tahu suratnya sudah kami sebar," ungkap Andhika saat diwawancarai di lokasi.
Namun demikian, ia menambahkan, sebelum perbaikan menyeluruh dilakukan pada Juni, pihak pengelola mengklaim telah melakukan perbaikan secara bertahap, meski belum mencakup seluruh ruas jalan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




