Penulis: Renatuz
TVRINews - Papua
Tiga penumpang ditemukan meninggal dunia setelah mesin kapal mati dan dihantam gelombang di Sungai Mamberamo.
Tragedi transportasi air kembali terjadi di wilayah Papua. Sebuah speed boat berpenumpang enam orang dilaporkan terbalik dan tenggelam di aliran Sungai Mamberamo, tepatnya di kawasan Kampung Sikari, Kabupaten Mamberamo Raya. Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.
Kecelakaan bermula pada Rabu 14 Januari 2026 siang, sekitar pukul 12.30 WIT. Berdasarkan laporan yang diterima otoritas terkait, kapal motor tersebut mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan.
Kondisi mesin yang mati membuat kapal hanyut tak terkendali mengikuti arus sungai yang deras, hingga akhirnya terhempas gelombang dan terbalik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Jayapura, Anton Sucipto, mengonfirmasi bahwa saat kejadian, para penumpang sempat berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai.
“Tiga orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh warga setempat. Namun, tiga penumpang lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan,” ujar Anton dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 17 januari 2026.
Proses Evakuasi dan Penemuan Korban
Upaya pencarian skala besar segera diaktifkan dengan melibatkan sinergi antara BPBD, Dinas Kesehatan, Polres Mamberamo Raya, dan Tim Basarnas dari Pos SAR Sarmi. Operasi ini didukung dengan peralatan teknis mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB) hingga perangkat deteksi bawah air AquaEye.
Meski tim penyelamat harus menempuh perjalanan sekitar delapan jam menuju lokasi, laporan terbaru dari warga di lapangan mengonfirmasi bahwa seluruh korban hilang telah ditemukan.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat menemukan ketiga korban dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu petang.
Anton Sucipto menambahkan bahwa kuatnya arus sungai dan kondisi cuaca berawan menjadi tantangan utama selama proses koordinasi di lapangan. Dengan ditemukannya seluruh manifes penumpang, operasi SAR secara resmi dinyatakan berakhir.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
Menanggapi peristiwa ini, otoritas keselamatan laut dan sungai menekankan pentingnya mitigasi risiko bagi pengguna transportasi air di wilayah Papua.
Basarnas mengimbau para pemilik kapal dan penumpang untuk selalu memastikan kelayakan mesin dan ketersediaan alat pelindung diri sebelum memulai perjalanan.
"Kami meminta seluruh pengguna jasa transportasi air untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan tidak mengabaikan prosedur keselamatan standar demi mencegah terjadinya insiden serupa," tutup Anton.
Editor: Redaksi TVRINews



