Bisnis.com, PALEMBANG — Penataan angkutan batu bara di wilayah Sumatra Selatan berlanjut. Hal ini ditandai dengan dimulainya groundbreaking pembangunan flyover KM 111 milik PT Servo Lintas Raya (SLR) di Kabupaten Lahat. Kegiatan ini dilakukan setelah groundbreaking underpass PT Mustika Indah Permai (MIP).
Pembangunan dua infrastruktur itu ditujukan untuk mengurangi gangguan angkutan batu bara terhadap lalu lintas umum serta menekan dampak lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Hari ini kita hadir pada dua kegiatan vital dalam pengangkutan batu bara di Sumsel. PT MIP dan PT SLR menunjukkan komitmen nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, dikutip dari siaran pers Sabtu (17/1/2026).
Herman Deru mengatakan Kabupaten Lahat merupakan salah satu daerah dengan potensi batu bara besar. Karena itu, aktivitas pertambangan perlu ditata agar tidak mengganggu masyarakat.
Sejak diterbitkannya Peraturan Gubernur Sumatra Selatan Nomor 74 Tahun 2018, pemerintah daerah terus mendorong penataan angkutan batu bara, termasuk melalui pembangunan jalan khusus untuk memisahkan jalur hauling dari jalan umum.
“Pengalihan angkutan batu bara ke jalan khusus membuat lalu lintas lebih tertib, pengusaha tetap beroperasi, dan masyarakat tidak lagi terganggu,” imbuhnya.
Baca Juga
- 127 Dapur SPPG Beroperasi di Kepri, Masuk Peringkat Lima Nasional
- Kepri Butuh 202.000 Ton Beras Setiap Tahun, Distribusi jadi Kunci
- Pahlawan Laksamana Keumalahayati, Panglima Laut Perempuan Pertama dari Aceh
Sementara itu, Direktur Utama PT SLR Viktor Budi Tanuaji mengatakan flyover KM 111 dibangun untuk memastikan jalur hauling tidak bersinggungan dengan jalan umum. Flyover tersebut memiliki panjang sekitar 370 meter, lebar 11 meter, dan elevasi 5,2 meter.
“Untuk estimasi penyelesaian [pembangunan] kurang lebih selama 12 bulan,” jelasnya.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2019%2F09%2F16%2F4e0790cc-e1a7-4f92-9221-2815fa01dbe7.jpg)

