Janice Tjen akan menjadi salah satu wakil Indonesia di Australian Open 2026. Ia bakal turun di nomor tunggal putri dan ganda putri.
Jelang pertandingan yang akan digelar di Melbourne itu, Janice berbagi cerita soal bagaimana fase kehidupan kampus membentuk mentalnya menjadi kuat.
Janice menjalani kuliah di AS sebelum menjadi petenis profesional. Ia meraih penghargaan All-American di Universitas Oregon dan Universitas Pepperdine. Ia baru ikut tur profesional penuh waktu setelah lulus dengan gelar sosiologi pada 2024.
Kini, Janice telah mengukir sejumlah sejarah dan juara sebagai petenis Indonesia di ajang WTA dan lainnya. Pemain 23 tahun ini mengaku masa-masa kuliah sangat mengasah mentalnya sehingga tak gentar melawan siapa pun.
"Masa kuliah merupakan batu loncatan yang sangat besar untuk karier profesional saya. Lingkungan kampus terkadang agak tidak bersahabat dan itu sangat membantu saya menjadi kuat secara mental dan taktis," kata Janice dikutip dari New York Times.
Seiring bertambahnya prestasi, Janice Tjen merasakan dukungan yang kian deras. Ia mengaku dukungan dari rakyat Indonesia menambah motivasinya di tahun ini.
"Saya merasa mendapat banyak dukungan. Saya tahu banyak orang senang dengan pencapaian saya," ujar Janice.
Beberapa waktu lalu, kumparan juga pernah mewawancarai Janice Tjen secara eksklusif. Salah satunya, ia bercerita soal masa kuliahnya di AS.
"Kadang tuh suka [kesulitan] di culture gimana komunikasi dengan pelatih di sana, biasanya kan karena olahraga tenis itu kan sangat individual ya, dan tiba-tiba itu kita punya teammate. Dan dari situ awalnya juga syok banget, teammate-nya sangat-sangat suportif satu sama lain dan memang saling mendukung untuk menjadi lebih baik lagi," terangnya beberapa waktu lalu.
"Di sana saya statusnya student-athlete dan harus membagi waktu sebagai student, sebagai atlet juga. Saya memang fokusnya mau lebih ke tenis. Jadi saya memang pilih Sosiologi karena memang di sana itu kelas-kelas yang perlu diambil itu tidak sebanyak, tidak sebanyak jurusan-jurusan lain," tambahnya.
Petenis asal Jakarta itu juga mengaku tidak mau cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraihnya di 2025. Janice ingin terus meningkatkan diri dan melawan lebih banyak lagi pemain top.
"Saat ini, yang masih aktif, Sabalenka pastinya ya, ya pastinya maulah lawan pemain-pemain yang sudah di top 10 besar. Karena kan kalau, saya juga penasaran gitu dengan apa yang, seperti apa gitu lawan mereka," tegas petenis nomor 56 dunia WTA itu.
Jadwal Janice Tjen di Australian Open 202620 Januari
Tunggal putri: Janice Tjen vs Leylah Fernandez (Kanada).
Ganda putri: Janice Tjen/Katarzyna Piter (Polandia) vs Daria Kasatkina (Australia)/Arina Rodionova (Australia).



