Kadin Jepang Beri Catatan Keamanan Pangan Program MBG, Tawarkan Kolaborasi

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) atau Kadin Jepang menyampaikan kekaguman atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kadin Jepang Beri Catatan Keamanan Pangan Program MBG, Tawarkan Kolaborasi. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) atau Kadin Jepang menyampaikan kekaguman atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap harinya. Jumlah tersebut dinilai setara dengan hampir setengah dari total populasi Jepang.

Kekaguman itu disampaikan delegasi JCCI yang secara khusus datang ke Indonesia untuk melakukan studi banding di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih, Sawangan, Depok. Dalam kunjungan tersebut, Jepang melihat bagaimana pemerintah Indonesia mengembangkan sistem MBG secara cepat, terstruktur, dan dalam skala yang sangat besar.

Baca Juga:
Ekonom Sebut Dampak MBG Baru Terasa dalam Jangka Panjang

“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujar Ketua delegasi JCCI Hayashi Hiroto dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Meski demikian, Hayashi memberikan sejumlah catatan terkait aspek keamanan pangan. Dia menilai petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah memenuhi standar tinggi dan hampir setara dengan Jepang, namun terdapat perbedaan pada tahap proses memasak.

Baca Juga:
Kadin Sebut MBG Jadi Modal Penting untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman,” katanya.

Baca Juga:
Ekonom Ungkap Kunci Keberhasilan MBG agar Tak Jadi Beban Fiskal

Selain menyampaikan masukan, delegasi Jepang juga menawarkan kerja sama berupa program magang bagi siswa SMK Yayasan Bina Mulia jurusan Tata Boga. Jepang juga membuka peluang pelatihan bagi Kepala SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya transfer pengetahuan.

Sebagai informasi, Jepang telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889 atau lebih dari 137 tahun lalu. Pengalaman panjang tersebut dinilai relevan sebagai referensi dalam meningkatkan kualitas dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Telusuri Emas 1,3 Kg dari OTT Pejabat Pajak Jakut
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video: Cara Agar UMKM Daerah Tak Jadi "Anak Tiri" di Negeri Sendiri
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Lengkap Persib Bandung di Putaran Kedua Super League, Kapan Lawan Persija?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
BPBD DKI: OMC Bukan untuk Hentikan Hujan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alaeddine Ajaraie dan Fajar Faturrahman Siap Debut Bersama Persija Jakarta, Ricky Kambuaya Selangkah Lagi Gabung
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.