AIMS: Pencak silat masih punya PR besar menuju pengakuan IOC

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS) Stephan Fox mengatakan pencak silat harus segera menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) agar dapat menempati posisi strategis dalam ekosistem olahraga dunia, termasuk meraih pengakuan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Pencak silat memiliki potensi yang luar biasa, tetapi juga banyak PR besar yang harus segera diselesaikan. Waktu terus berjalan dan akan sangat disayangkan jika peluang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Stephan Fox dalam keterangan resmi KOI, Sabtu.

Stephan, yang juga merupakan praktisi seni bela diri, mengungkapkan pencak silat memiliki daya tarik sebagai warisan budaya sekaligus olahraga kompetitif. Namun, menurut dia, potensi tersebut harus ditopang oleh tata kelola organisasi yang sesuai standar internasional.

“Untuk melangkah ke level dunia dibutuhkan tata kelola yang kuat, standar internasional yang jelas, serta konsistensi,” katanya.

Ia menyebut pentingnya kehadiran pencak silat dalam agenda World Combat Games 2027 sebagai salah satu tahapan penting menuju pengakuan global.

“Itu merupakan panggung penting bagi cabang bela diri dunia,” ujarnya.

Selain itu, Stephan menyebut pencak silat juga perlu memenuhi berbagai persyaratan organisasi olahraga internasional, antara lain kepatuhan terhadap Badan Anti-Doping Dunia (WADA), keanggotaan aktif di AIMS, serta integrasi dengan federasi bela diri internasional lainnya.

Ia mengapresiasi kehadiran pencak silat di ajang Islamic Solidarity Games dan Asian Youth Games. Namun, menurut dia, pencapaian tersebut harus diikuti dengan konsistensi kehadiran di level global.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengatakan perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap pencak silat menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembenahan.

“Atensi langsung dari Presiden Republik Indonesia menjadi pengingat pencak silat memiliki tanggung jawab besar untuk berbenah. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan ini harus dilakukan bersama,” ujar Okto.

Okto menegaskan NOC Indonesia berkomitmen mengawal pencak silat agar memenuhi standar internasional, baik dari sisi tata kelola organisasi, kepatuhan regulasi, maupun diplomasi olahraga.

“Pengakuan internasional membutuhkan proses panjang, kepatuhan terhadap standar global, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. NOC Indonesia akan terus mengawal proses ini,” katanya.

Baca juga: Dukungan Prabowo jadi daya ungkit pencak silat menuju pengakuan IOC


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Konser di Jakarta, Brian McKnight Ngaku Sempat Tidak Percaya Konsep Cinta
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Raja Salman Sempat Masuk Rumah Sakit, Ada Apa?
• 14 jam laludetik.com
thumb
Penemuan Tiga Potong Tulang Diduga Manusia di Lokasi Banjir Bandang Agam
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Segini Perkiraan Gaji Gaston Avila Jika Merapat ke Persib Bandung, Bakal Jadi yang Termahal di Super League?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Asusila di TransJakarta Ternyata Bukan Masturbasi, Begini Penjelasan Polisi
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.