Grid.ID - Belakangan jagat maya tengah dihebohkan dengan peluncuran buku terbaru karya aktris Aurelie Moeremans. Buku bertajuk Broken Strings ini sukses menjadi buah bibir lantaran isinya yang begitu menyayat hati.
Bukan sekadar fiksi, buku ini mengupas tuntas pengalaman kelam Aurelie yang pernah menjadi korban child grooming saat usianya masih sangat belia, yakni 15 tahun. Kisah nyata ini tak pelak memancing rasa penasaran netizen untuk menebak-nebak siapa saja sosok artis yang terlibat dalam masa lalu sang aktris.
Di tengah riuh rendah spekulasi tersebut, Aurelie Moeremans justru muncul dengan sebuah pesan penting. Lewat akun media sosial Threads miliknya, artis 32 tahun ini meminta dengan tegas agar publik berhenti melakukan perundungan (bullying) terhadap pihak-pihak yang dicurigai sebagai tokoh dalam bukunya.
Melansir dari akun Threads @aurelie pada Sabtu (17/1/2026), Aurelie merasa tidak nyaman dengan aksi warganet yang mulai menyerang akun-akun tertentu.
"Aku mau minta satu hal, catatan penting soal Broken Strings. Tolong jangan mem-bully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku enggak enak bacanya," tulis Aurelie.
Aurelie menegaskan bahwa tujuan ia menulis Broken Strings bukanlah untuk menabuh genderang perang atau menyudutkan pihak manapun di dunia nyata. Karya ini murni sebagai bentuk katarsis dan berbagi pengalaman bagi mereka yang mungkin mengalami hal serupa.
"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," tambahnya.
Sebelumnya, pembahasan mengenai buku ini sempat memicu bola liar di kalangan netizen. Beberapa nama selebriti papan atas sempat terseret dalam diskusi warganet. Mulai dari Kimberly Ryder hingga Nikita Willy disebut-sebut memiliki kemiripan dengan karakter yang digambarkan dalam buku tersebut.
Hal tersebut yang membuat Aurelie merasa perlu meluruskan situasi. Ia menyebutkan jika ada pihak yang merasa dan mengakui dirinya sebagai karakter di buku itu, maka itu adalah hak mereka. Namun, ia melarang keras netizen untuk main hakim sendiri hanya berdasarkan dugaan.
"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tetapi, kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, please jangan," tegas Aurelie.
Sebagai informasi, Aurelie Moeremans membuka sedikit mengenai kisah masa lalunya yang traumatis beberapa tahun silam. Ia pernah terjebak dalam hubungan beracun (toxic relationship) yang membuatnya terisolasi dari keluarga dan teman-teman terdekatnya saat masih remaja.
Adapun keranian Aurelie menuangkan kisahnya dalam Broken Strings dinilai banyak pihak sebagai langkah empowerment bagi para penyintas kekerasan dalam pacaran dan grooming.(*)
Artikel Asli




