Pada bagian ini, mengajak jamaah untuk lebih dalam memahami soal niat, ikhlas, dan tingkatan iman.
Beliau menjelaskan bahwa manusia yang dipilih Allah adalah mereka yang beriman, berusaha, dan terus belajar menjadi lebih baik.
Namun, di antara orang-orang baik pun, tetap ada ujian niat. Kadang sedekah ingin dilihat, ibadah ingin diketahui, kebaikan ingin diakui.
Di sinilah muncul yang disebut riya dan sum’ah: riya ingin dilihat, sum’ah ingin didengar.
Ustazah menyampaikan dengan jujur bahwa ini adalah proses. Tidak ada orang yang langsung sempurna ikhlasnya. Semua belajar. Semua bertahap.
Yang penting ada kesadaran dan keinginan untuk naik tingkat. Dari yang awalnya ingin dipuji, lalu belajar menahan diri, sampai akhirnya merasa tidak butuh pengakuan siapa pun selain Allah.
Beliau juga menyinggung fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan sekarang: dulu rajin update ibadah, tahajud, sedekah, sekarang mulai jarang.
Bukan karena malas, tapi karena hati mulai matang. Mulai sadar bahwa yang terpenting bukan komentar manusia, tapi nilai di sisi Allah.
Semakin dewasa iman seseorang, biasanya semakin tenang, semakin diam, dan semakin tidak butuh validasi.
Pesan yang sangat terasa dari bagian ini adalah: tidak apa-apa masih belajar ikhlas, yang penting jangan berhenti meluruskan niat.
Boleh beramal terang-terangan, boleh juga diam-diam. Semuanya kembali ke niat. Jika niatnya karena Allah, insyaAllah bernilai.
Di era media sosial seperti sekarang, menjaga hati memang tidak mudah, tapi justru di situlah nilai perjuangannya.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum




