Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meminta negara hadir secara penuh melalui langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur dalam menangani insiden pesawat ATR 400 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Mori mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab hilangnya kontak pesawat dan memberikan ruang bagi tim teknis serta otoritas terkait untuk bekerja secara profesional.
“Publik perlu menahan spekulasi dan memberi ruang bagi tim teknis bekerja. Negara harus hadir dengan tenang, komando yang jelas, dan langkah cepat. Bukan panik, tapi memberi kepastian,” ujar Mori dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 17 Januari 2026.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama antara operator maskapai, regulator penerbangan, dan negara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak akan bermakna tanpa jaminan rasa aman bagi masyarakat.
“Bandara, rute, dan pesawat baru tidak ada artinya jika rasa aman rakyat tidak terjamin,” tegasnya.
Selain itu, Mori juga menyampaikan doa dan empati mendalam kepada keluarga para penumpang yang terdampak atas insiden ini.
“Kepada keluarga penumpang, kami mendoakan agar diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga pesawat dapat segera ditemukan dalam kondisi baik dan seluruh penumpang diberikan keselamatan,” tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews



