JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur menangkap dua pengedar obat keras dan psikotropika berinisial A dan M di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.
Kedua pelaku diketahui menjual obat terlarang dengan modus berkedok kios kosmetik.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran obat berbahaya di wilayah Ciracas.
Baca juga: Kios Berkedok Penjual Kosmetik di Ciracas Diduga Jual Tramadol, Polisi Selidiki
Aksi para pelaku sebelumnya juga sempat viral di media sosial.
Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Telly Areska Putra, mengatakan dari tangan para pelaku, polisi menyita ribuan butir obat keras dan psikotropika.
Baca juga: SP3 Kasus Ijazah Jokowi Terbit, Eggi Sudjana Berangkat ke Malaysia untuk Berobat
"Dari tangan pelaku, petugas menyita ribuan butir Tramadol, berbagai obat keras dan psikotropika seperti Trihexyphenidyl, Alprazolam, Diazepam, Lorazepam, dan Eximer, serta sejumlah telepon genggam," ujar Telly melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, obat-obatan tersebut diduga diperoleh dari seorang pria berinisial B yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pengiriman dilakukan melalui jasa kurir instan dan pembayaran menggunakan dompet digital.
Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara penyidik masih mengembangkan kasus guna mengungkap jaringan yang terlibat.
Sebelumnya diberitakan, sebuah kios di kawasan Ciracas diduga menjual obat keras golongan G, yakni Tramadol dan Hexymer, meski berkedok sebagai penjual kosmetik.
Dugaan tersebut mencuat setelah akun Instagram @jejakpos.id mengunggah video aktivitas kios tersebut.
Dalam video itu, tim perekam mempertanyakan perizinan penjualan obat keras. Namun, penjaga kios tidak dapat menunjukkan dokumen resmi.
"Penjaga toko menelepon oknum TNI, ketegangan sempat terjadi saat tim investigasi mencoba menggali informasi lebih dalam. Merasa terdesak dan tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan, penjaga toko tersebut secara spontan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang," tulis akun Instagram @jejakpos.id.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciracas Iptu Hasnan Nasruki mengatakan pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasnan menambahkan, hingga kini belum ada bukti keterlibatan oknum TNI sebagaimana disebut dalam video yang beredar.
"Belum ada info (soal tentara) ke arah situ," ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




