Menteri PPPA: Sekolah Rakyat Jamin Hak Dasar Anak

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata pemenuhan hak anak, khususnya hak atas pendidikan, pengasuhan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi bagi anak-anak dari keluarga rentan ekonomi.

Menurut Arifah, program pendidikan berasrama tersebut dinilai strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Program Sekolah Rakyat hadir dengan tujuan mulia, yaitu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang layak, berkualitas, dan mudah diakses bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Arifah dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 16 Januari 2026.

"Pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada penguasaan akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, pengembangan keterampilan sosial, serta penyediaan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk pemenuhan kebutuhan nutrisi yang memadai,” sambungnya.

Dalam penyelenggaraannya, kata Arifah, Sekolah Rakyat berpedoman pada empat hak dasar anak, yakni hak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi. 

Anak-anak mendapatkan fasilitas makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan rutin, akses pendidikan dan asrama tanpa biaya, perlindungan dari pekerjaaan di usia dini, serta ruang partisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah.

Lebih lanjut, Arifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, orang tua, hingga kementerian dan lembaga terkait, atas dedikasi dan komitmen dalam mendampingi anak-anak dari keluarga rentan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kementerian PPPA secara aktif mendukung program ini bersama Kementerian Sosial melalui penyusunan modul perlindungan anak, monitoring dan evaluasi bersama, serta pelatihan bagi kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama terkait pengasuhan berbasis hak anak.

"Harapan kami, sinergi ini terus diperkuat sehingga Sekolah Rakyat dapat benar-benar menjadi Ruang Anak yang Aman dan Ramah Anak, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat, cerdas, dan berkarakter,” tuturnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Progres Pembangunan Rumah Sementara oleh BUMN di Aceh Timur Capai 97 Persen
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prakiraan Cuaca Sabtu 17 Januari: BMKG Waspadai Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat usai Desersi dan Gabung Tentara Bayaran Rusia
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Benarkah Menteri Bahlil Wajibkan Ojol Beli Motor Listrik untuk Kurangi Subsidi BBM?
• 17 jam lalufajar.co.id
thumb
Bali Raih Peringkat Pertama World’s Best Destination 2026 Meski Digoyang Berbagai Isu
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.