Sejumlah pendaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menemukan puing-puing diduga yang berasal dari pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak. Puing yang didapat para pendaki itu kemudian diserahkan ke aparat dusun setempat.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan serpihan yang ditemukan berupa puing kecil dan beberapa kertas.
"Serpihan yang ditemukan itu telah diserahkan ke Pak Dusun. Kami juga sudah hubungi Pak Dusun bahwa ada pendaki yang bawa serpihan itu. Cuma itu serpihan kecil dan juga ada kertasnya," katanya.
Kendati demikian, Andi belum dapat memastikan serpihan tersebut merupakan bagian dari pesawat ATR. Tim SAR hingga saat ini masih melakukan pencarian di beberapa titik.
"Pencarian akan dilakukan di beberapa titik dan mungkin akan diperluas untuk pastikan serpihan itu," ucapnya.
Dia menambahkan, sebanyak 200 personel sudah dikerahkan ke wilayah Gunung Bulusaraung untuk menelusuri keberadaan pesawat itu. Petugas juga telah memintai keterangan para pendaki gunung yang menemukan serpihan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport itu berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Adapun pesawat membawa 8 kru dan 3 penumpang itu hilang kontak di titik terakhir berada di koordinat 04°57’08” LS - 119°42’54” BT.




