BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengatakan tidak mengetahui motif eks anggota Satuan Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio yang desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin dan bergabung dengan tentara Rusia.
"Saya tidak tahu apa motif yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Saya belum mendalami motifnya karena tidak bertemu dengannya," kata Marzuki di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026), via Antara.
Ia menegaskan Rio sudah tidak aktif lagi sejak sidang etiknya dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) beberapa waktu lalu.
Marzuki mengungkap setelah tidak aktif, pihaknya mendapat informasi Rio bergabung dengan tentara Rusia.
"Kini, indikasi yang bersangkutan sudah di Rusia. Saya tidak tahu alasan yang bergabung dengan tentara Rusia," ucapnya.
Marzuki menegaskan Rio sudah tidak layak menjadi anggota Polri karena sudah dihukum dua kali dalam perkara KDRT dan dihukum karena desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin.
Baca Juga: Kronologi Anggota Brimob Polda Aceh Desersi hingga Gabung Tentara Bayaran Rusia
Diberitakan sebelumnya, Polda Aceh menyatakan Bripda Muhammad Rio yang desersi dan bergabung dengan tentara Rusia sudah dipecat.
"Yang bersangkutan disersi dengan meninggal tugas tanpa izin pimpinan satuan. Yang bersangkutan juga sudah menjalani sidang kode etik dan diberhentikan dengan tidak hormat," kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Polisi Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026), dilansir Antara.
Krisdiyanto mengatakan Rio sebelumnya memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri hingga disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atas kasus perselingkuhan hingga menikah siri.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- kapolda aceh
- brimob jadi tentara rusia
- polda aceh
- tentara bayaran rusia
- brimob gabung tentara rusia




