TNI Terbangkan Helikopter H225M Caracal, Bantu Cari Pesawat ATR 400

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menurunkan helikopter taktis, H225M Caracal, guna membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Utara, Sabtu.

H225M Caracal adalah helikopter angkut taktis serbaguna kelas menengah yang diproduksi Airbus Helicopters, sebelumnya dikenal sebagai Eurocopter EC725. Helikopter ini dirancang untuk misi militer seperti transportasi pasukan, pencarian dan penyelamatan (SAR), evakuasi medis, serta operasi khusus, dan digunakan oleh TNI AU Indonesia.

Helikopter bermesin ganda Turbomeca Makila 2A1 ini memiliki kapasitas hingga 28-29 tentara plus dua awak, panjang 19,5 meter, rotor utama 16,2 meter, kecepatan maksimal 324 km/jam, dan jarak tempuh hingga 857-920 km. Ketinggian operasional mencapai 6.095 meter dengan berat lepas landas maksimal 11.200 kg.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa 7 kru dan 3 penumpang.

"Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR 400 hilang komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan," ujar Marsma TNI I Nyoman dilansir dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan informasi yang didapat, titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Baca Juga

  • Puing Pesawat Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Diduga Milik Indonesia Air Transport
  • Daftar Manifes Penumpang Pesawat Indonesia Air yang Hilang Kontak di Maros

Menindaklanjuti laporan tersebut, helikopter H225M Caracal dengan Pilot Komando (PIC) Kapten Penerbang (Pnb) Rahman lepas landas dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.

Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin, dan satu kendaraan Vehicle Control Post (VCP) untuk memperkuat tim gabungan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa. menyampaikan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT itu dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang AOC 034.

“Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto [JOG] menuju Makassar Sultan Hasanuddin [UPG], dengan pilot in command Capt. Andy Dahananto,” kata Lukman melalui keterangan resmi.

Menilik kronologinya, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam proses itu, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur. Namun, setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat dinyatakan terputus.

“Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA [Distress Phase] sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” lanjutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan dan Ketentuan Siapa Saja yang Boleh Memberikan Angpau Saat Imlek
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Menteri LH imbau intensifkan pemilahan hadapi krisis sampah di daerah
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pencarian Pesawat Hilang Difokuskan di Pegunungan Kapur Bantimurung Maros
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pernikahan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Dipastikan Sah, Pengacara: Wali Nikah Kakak Kandungnya
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Dunia Makin Dipenuhi Orang-orang Sedih
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.