RMK Energy (RMKE) Patok Laba Bersih Rp800 Miliar 2026, Ini Faktor Pendorongnya

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT RMK Energy Tbk. (RMKE) memproyeksikan pertumbuhan laba bersih yang jauh lebih agresif pada 2026 hingga mencapai Rp800 miliar.

Direktur Utama RMKE Vincent Saputra mengatakan kebijakan Gubernur Sumatra Selatan yang melarang seluruh angkutan batu bara menggunakan jalan umum mulai 1 Januari 2026 menjadi katalis kuat bagi kinerja perseroan.

Aturan tersebut, jelasnya, mewajibkan percepatan pembangunan jalan khusus pertambangan dan menghentikan total penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara. 

Kebijakan ini, tegasnya, mengubah peta logistik batubara di Sumsel, karena sebelumnya akses menuju stasiun kereta api atau jalan khusus masih kerap melewati jalan umum.

Dengan regulasi ini, banyak fasilitas tambang terpaksa berhenti sementara menunggu pembangunan feeder road sedangkan RMKE sudah memiliki akses jalan khusus, sehingga tetap bisa menyalurkan produksi.

“Ke depan, manajemen memproyeksikan pertumbuhan yang jauh lebih agresif. Pada 2026, laba bersih diproyeksikan melonjak menjadi sekitar Rp800 miliar, atau naik empat kali lipat dibandingkan 2025,” ujarnya dalam webinar, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga

  • RUPSLB RMK Energy (RMKE) Angkat Edwin Tedjasukmana Jadi Direktur
  • Target Harga Saham RMKE Direvisi Naik, Cek Katalisnya
  • RMK Energy (RMKE) Bidik Laba Rp800 Miliar pada 2026

Lonjakan kinerja ini juga didukung oleh kontrak-kontrak baru. Pada 2026, RMK Energy mengamankan kerja sama dengan PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama atau DBU. 

Skema kontrak yang diterapkan tidak hanya berbasis jasa logistik berkontrak jangka panjang, tetapi juga mencakup pembelian sebagian besar produksi batubara mitra dengan harga diskon.

RMKE juga melakukan manajemen risiko fluktuasi harga batubara dengan membebankan biaya bahan bakar kepada pelanggan.

Alhasil, pada 2025 ketika harga batubara relatif rendah, segmen jasa menyumbang lebih dari 80% laba kotor, menjaga margin tetap solid. Sisi lain, skema ini membuka peluang margin tambahan saat harga batubara kembali menguat.

Adapun pada 2025, RMKE menargetkan pendapatan operasional senilai Rp1,8 triliun pada 2025. 

 Sejauh ini, berdasarkan data internal perseroan yang belum diaudit, hingga sembilan bulan pertama 2025 pendapatan perseroan telah mencapai sekitar Rp1 triliun.  Pendapatan perseroan semakin melonjak tajam pada kuartal IV/2025, yang diperkirakan mencapai Rp1 triliun –1,2 triliun.

Sejauh ini, dari sisi kontribusi, 53% dari pendapatan RMKE masih ditopang oleh penjualan batubara, sisanya sebesar 46% di sektor jasa.

Berikutnya, dari sisi laba bersih, RMKE mencatat laba bersih sekitar Rp130 miliar hingga kuartal III/2025. Pada kuartal IV/2025, laba bersih diperkirakan mencapai Rp100–120 miliar, atau hampir separuh dari total laba setahun penuh.

Neraca keuangan RMK Energy juga tergolong konservatif. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) hanya sekitar 0,3, jauh di bawah batas maksimal perbankan sebesar 1 kali. Kondisi ini memberi ruang ekspansi yang luas di tengah peluang pertumbuhan logistik batubara Sumatra Selatan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fakta-Fakta Awal Hilangnya Pesawat ATR di Maros Makassar
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Investor Kripto Indonesia Putar Strategi, Kini Mulai Adopsi USDT
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kronologi 2 Mahasiswa IPDN Tewas jadi Korban Tabrak Lari Truk Tronton di Sidoarjo
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Misi Pencarian Ditingkatkan dari 15 Orang hingga 40 Personel, Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Maros 
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Presiden Prabowo Dorong Perluasan Sekolah Rakyat, Mensos: Tambah 100 Sekolah per Tahun
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.