- TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal pada Sabtu, 17 Januari 2026, untuk mencari pesawat ATR 400 hilang di Maros.
- Sebanyak 82 personel Korps Pasukan Khas dan satu kendaraan VCP dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian gabungan.
- Pesawat PK-THT milik IAT hilang saat rute Yogyakarta menuju Makassar, dengan komunikasi terakhir pukul 12.23 WITA.
Suara.com - TNI Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk ikut melakukan pencarian terhadap pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Helikopter canggih tersebut dipimpin oleh Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman yang lepas landas langsung dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros," papar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana dalam keterangan tertulis.
Tak hanya armada udara, sebanyak 82 personel dari Yon Parako 473 Korpasgat hingga Divisi Arhanud Korpasgat turut diterjunkan ke lokasi pencarian.
TNI AU juga mengerahkan satu unit kendaraan VCP untuk memperkuat alat komunikasi tim gabungan di lapangan.
"Seluruh unsur saat ini telah merapat ke Posko Lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian," lanjut Nyoman.
Tim gabungan yang terdiri atas Polres Maros, Kodim 1422/Maros, serta Basarnas kini bersinergi penuh demi mempercepat proses pencarian pesawat tersebut.
Sebagaimana diketahui, pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tipe ATR 42 milik operator Indonesia Air Transport (IAT) itu dinyatakan hilang saat menempuh rute dari Yogyakarta menuju Makassar siang tadi.
Berdasarkan informasi dari Basarnas, burung besi yang tengah menjalankan misi Marine Patrol Flight itu kini masuk dalam status DETRESFA atau fase bahaya.
Baca Juga: Terima Bantuan Dari 'Langit', Warga Desa Ekan Aceh Berikan Durian ke TNI AU
Komunikasi terakhir dengan awak pesawat tersebut terpantau terputus total pada pukul 12.23 WITA atau sekitar pukul 04.23 UTC.
Pihak otoritas melaporkan bahwa pesawat tersebut mengangkut 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga orang penumpang.
Titik koordinat terakhir yang diterima radar berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur di wilayah Kabupaten Maros.




