Bisnis.com, JAKARTA — Manchester United (MU) sukses mengganyang rival sekota Manchester City dengan skor akhir 2–0 dalam laga lanjutan Premier League pekan ke-22 di Stadion Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) malam.
Debut Michael Carrick sebagai pelatih interim MU tampak membawa semangat baru bagi Bruno Fernandes Cs., terutama dalam mengembalikan ciri khas Setan Merah sebagai tim bergaya 'kick & rush'.
Kejeliannya memanfaatkan kombinasi Amad Diallo, Casemiro, dan Diogo Dalot di sisi kanan, serta Patrick Dorgu, Kobbie Mainoo, dan Luke Shaw buat sisi kiri, secara nyata memberikan dominasi permainan MU di kedua sisi sayap lapangan.
MU pun tampak tak malu-malu lagi bermain mengandalkan transisi cepat, memanfaatkan opsi terobosan lewat sayap atau umpan jauh menyeberang sisi lapangan (switch of play) saat buntu, lantas memanfaatkan aksi individu untuk membuka peluang gol atau mengumpan lambung.
Hal itu tergambar jelas dari peluang emas Harry Maguire dan Dorgu pada menit-menit awal pertandingan. Satu peluang terkena tiang, satu lagi disetop secara apik oleh kiper The Citizens, Gianluigi Donnarumma.
Selain mengembalikan gaya serang khas sepak bola Britania Raya, Setan Merah juga punya semangat menekan begitu agresif, bahkan seperti tak masalah memaksa bola sekadar melambung tak pasti seperti sedang bermain voli.
Baca Juga
- Link Live Streaming Manchester United vs Manchester City Malam Ini Pukul 19.30 WIB
- Prediksi Skor Derbi Manchester United Vs Manchester City Bakal Penuh Kejutan
- Michael Carrick Jadi Pelatih Manchester United Hingga Akhir Musim
Ajaibnya, cara ini nyatanya sukses membikin Erling Haaland Cs. banyak kehilangan momentum. Tak heran, kendati possession tuan rumah hanya 32% berbanding Man City yang mencapai 68%, perbandingan tembakan kedua tim mencapai 11:7, dengan tembakan ke gawang 7:1.
Kebanyakan peluang MU terjadi pada babak kedua, namun lagi-lagi Donnarumma melakukan banyak penyelamatan dengan refleks supernya. Paling signifikan adalah double save di menit ke-58, dari tembakan Diallo lantas muntah ke kaki Casemiro.
Sayangnya, Donnarumma harus terima gawangnya bobol berkat transisi cepat MU mengandalkan kerja sama Mbeumo dan Fernandes.
Tepatnya menit ke-65, Man City yang kalah jumlah di jantung pertahanannya, Fernandes memanfaatkan momentum itu lewat umpan manis ke sisi kanan gawang Donnarumma, di mana Mbeumo sudah menanti untuk menendang.
Pencetak gol The Red Devils yang baru pulang dari Piala Afrika itu lantas digantikan Matheus Cunha di menit ke-71. Insting Carrick rasanya tepat, sebab Cunha ternyata menjadi sosok kunci di balik gol MU berikutnya.
Lagi-lagi berkat momentum transisi cepat, Cunha terpaksa menyisir sisi sayap kanan dan langsung melakukan umpan silang mendatar ke depan gawang.
Kesalahan Man City ada pada bek kanan, Rico Lewis yang tak bisa mengantisipasi agresivitas lari Dorgu untuk menyontek umpan tersebut, sehingga berbuah gol di menit ke-76.
Jelang laga usai, skuad asuhan Pep Guardiola seperti sudah keok duluan, sebab tuan rumah masih punya dua peluang emas menambah pundi-pundi gol lagi.
Pada menit ke-89, aksi individu Diallo membawa bola membentur mistar. Sementara pada waktu tambahan alias injury time, sepakan Cunha sukses menembus net, tapi dipastikan offside.
Alhasil, kekalahan ini mengandaskan ambisi Man City menempel pemuncak klasemen, Arsenal yang kini punya 49 poin. The Gunners berpotensi menambah tiga poin lagi apabila menang dari Nottingham Forest pada laga tengah malam nanti.
Bahkan, Man City pun berpotensi terjun dari posisi runner-up, disalip oleh Aston Villa, karena keduanya kini sama-sama mengumpulkan 43 poin.





