MerahPutih.com - Tanggul Sungai Kalimalang di Kampung Cisalak Tengah, Desa Margakaya, Karawang, jebol pada Jumat (16/1) lalu sempat menyebabkan ratusan rumah terendam banjir.
Untuk penanganan darurat, dilakukan pemasangan bronjong sebagai tanggul sementara oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas PUPR Karawang, Perum Jasa Tirta II, serta unsur terkait lainnya.
Baca juga:
Anies Ganti Nama Kalimalang Sisi Utara Jadi Jalan Laksamana Malahayati
Polisi Kawal Pemasangan bronjongAparat Polres Karawang menegaskan mengawal proses penanganan darurat terkait jebolnya tanggul Sungai Kalimalang hingga selesai.
“Jajaran kepolisian hadir untuk memastikan proses perbaikan tanggul berjalan lancar, aman serta memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan pascabencana,” kata Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, di Karawang, Sabtu (17/1).
Baca juga:
Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
Jasa Tirta II Matikan 3 Pompa di Bendung CurugSebagai langkah pengendalian debit air, Perum Jasa Tirta II mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengarah ke Sungai Kalimalang.
“Polres Karawang akan terus melakukan pengamanan hingga proses perbaikan tanggul selesai dan kondisi benar-benar dinyatakan aman,” tandas Wildan.
Baca juga:
Ratusan Bangunan Liar di Bantaran Kalimalang Dibongkar
Pengungsi Mulai Kembali ke RumahSeiring progres perbaikan, kondisi air di permukiman warga yang sebelumnya terdampak kini telah surut. Warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai beraktivitas normal.
BPBD Karawang tetap menyiagakan dua unit perahu fiber di sekitar permukiman dan lokasi tanggul jebol untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Berdasarkan pantauan Antara, tenda pengungsian dan bantuan logistik juga disiapkan dengan titik pengungsian di Masjid Al-Furqon, Desa Margakaya. (*)





