tvOnenews.com - Michael Carrick hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk memberikan pesan keras kepada Manchester United. Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Derbi Manchester seolah menjadi bukti bahwa Setan Merah mungkin telah menyia-nyiakan 14 bulan terakhir sebelum perubahan akhirnya terjadi.
Dalam waktu yang sangat singkat, Carrick mampu menghadirkan performa yang selama ini jarang terlihat di Old Trafford.
Hasil kemenangan atas Manchester City bukan sekadar tiga poin. Di bawah arahan Carrick, Manchester United tampil dengan intensitas, organisasi, dan kepercayaan diri yang membuat publik bertanya-tanya: mengapa permainan seperti ini baru muncul sekarang?
Derbi tersebut menjadi penanda awal era baru, sekaligus cermin betapa stagnannya United dalam periode sebelumnya.
Debut Carrick dan Performa Terbaik MU dalam Dua Tahun
Melansir dari Manchester Evening News, penampilan Manchester United saat menaklukkan City disebut sebagai yang terbaik dalam hampir dua tahun terakhir.
Bahkan, performa tersebut dinilai melampaui penampilan-penampilan United di sepanjang musim ini dan menjadi yang paling meyakinkan sejak kemenangan atas lawan yang sama di final Piala FA 2024.
Carrick mengambil alih tim dalam situasi yang tidak ideal. Ia memimpin sesi latihan pertamanya pada Rabu pagi, menghadapi skuad yang tampak terpukul setelah serangkaian hasil buruk dan penurunan performa.
Namun hanya dalam tiga sesi latihan, Carrick mampu membuat tim bermain lebih cerdas, lebih tajam, dan jauh lebih intens.
- instagram manutd
Dominasi United atas City juga terbilang langka, terutama di era Pep Guardiola. Setan Merah tidak hanya bertahan, tetapi aktif mengontrol jalannya pertandingan.
Bahkan ketika Guardiola berjalan menuju tribun tandang selepas laga, kursi-kursi kosong menjadi saksi bahwa pendukung City telah lama menyadari kekalahan tim mereka.
Jalannya Derbi: Tekanan, VAR, dan Gol Penentu
Sejak menit awal, Manchester United tampil agresif. Tekanan tinggi membuat City kesulitan mengembangkan permainan.
Peluang demi peluang tercipta, termasuk dua gol yang dicetak Amad Diallo dan Bruno Fernandes di babak pertama, meski keduanya harus dianulir karena posisi offside.


