Adian Napitupulu membongkar ketidakjujuran PT Antam terkait jumlah korban. Meski perusahaan mengklaim nihil, faktanya enam warga masih terjebak di lubang tambang dan delapan lainnya telah dievakuasi mandiri oleh masyarakat.
Enam penambang yang masih terjebak di area Pongkor telah teridentifikasi, yaitu Jaka, Dedi, Isep Septiana, Akim, Aji (warga Desa Urug), serta satu warga Parakan Muncang yang nasibnya kini masih belum menemui kejelasan.
Tragedi ini mengulang sejarah kelam penggunaan asap misterius untuk mengusir penambang liar. Adian menyoroti rangkaian peristiwa masa lalu yang tidak pernah diusut tuntas, termasuk pembakaran bangunan warga pada tahun 2015.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan di area pertambangan PT Antam Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, semakin memanas.
Di tengah klaim nihil korban yang sempat didengungkan pihak perusahaan dan aparat, fakta lapangan yang mengerikan justru menyeruak ke permukaan.
Politisi vokal yang juga Anggota DPR RI, Adian Napitupulu, turun gunung dan membongkar data yang selama ini seolah tertutup rapat.
Berdasarkan data eksklusif yang dihimpun, ternyata masih ada nyawa manusia yang tertimbun di kedalaman perut bumi.
Data yang diterima Suara.com menyebutkan ada lima warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan satu warga Desa Parakan Muncang yang masih terjebak di lubang tikus (Tambang Ilegal) di area PT Antam.
Identitas mereka bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah Jaka, Dedi, Isep Septiana, Akim, dan Aji (warga Desa Urug), serta satu orang lagi yang merupakan warga Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Bogor.
Nasib keenam orang ini masih belum diketahui, sementara keluarga menanti dengan cemas.
Adian Napitupulu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap manajemen PT Antam. Ia menilai ada ketidakjujuran dalam penanganan krisis ini.
Saat ia melakukan kunjungan langsung, pihak perusahaan bersikukuh tidak ada korban, padahal realita di lapangan sangat kontras.
Baca Juga: Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor
"Kemarin ketika saya datang ke Antam, pihak Antam tidak mengakui ada korban. Sementara menurut masyarakat masih ada beberapa yang tertinggal di dalam terowongan," ungkap Adian kepada Suara.com, Sabtu 17 Januari 2025.
Fakta yang lebih mengejutkan dibeberkan Adian. Ternyata, evakuasi mandiri telah dilakukan oleh warga secara diam-diam karena ketidakpercayaan terhadap otoritas.
"Berikut nya dari berbagai informasi yang dikumpulkan, ternyata 8 korban sudah di evakuasi sendiri oleh masayarakat dan sudah di kuburkan sementara 6 lagi masih di cari dan hingga malam ini belum di temukan," jelasnya.
Pernyataan ini menjadi tamparan keras. Jika benar 8 orang sudah dikuburkan dan 6 masih hilang, maka total korban jauh melebihi apa yang dibayangkan publik.
"Menurut saya, Antam menganggap remeh atau mungkin tidak jujur karena menutupi sesuatu dari peristiwa serupa yang telah terjadi berulang kali," tegas Adian.
Sejarah Kelam: Asap Sebagai Senjata Pengusir?


