Banjir yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis, 17 Januari 2026 telah menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, sebanyak 8.692 kepala keluarga (KK) terpaksa terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Jumat, 16 Januari 2026 pukul 19.30 WIB hingga pukul 03.00 WIB tadi, mengakibatkan wilayah kota Pekalongan dikepung banjir.
"Hujan tidak hanya terjadi di wilayah Kota Pekalongan, tetapi juga di daerah selatan. Akibatnya, daya tampung daerah aliran sungai (DAS) penuh dan air melimpas ke wilayah Kota Pekalongan yang topografinya cekung, sehingga menyebabkan banjir," ujar Budi.
Ketinggian air yang menggenangi wilayah tersebut bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter, dengan beberapa daerah mungkin mengalami genangan yang lebih dalam.
Pembatalan Perjalanan Kereta Api Akibat BanjirBanjir yang terjadi menyebabkan gangguan serius terhadap perjalanan kereta api di wilayah tersebut. Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menginformasikan bahwa terdapat total sembilan perjalanan kereta api yang dibatalkan akibat genangan air yang mencapai jalur rel.
PT KAI memberikan layanan refund tiket secara penuh untuk penumpang yang terpaksa membatalkan perjalanan mereka. Proses ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang terdampak, sehingga mereka dapat melakukan pengembalian tiket dalam waktu maksimal tujuh hari setelah tanggal keberangkatan.
"KAI menyediakan layanan refund tiket 100 persen bagi para pelanggan yang terpaksa dibatalkan perjalanannya," kata Luqman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Januari 2026.
Terbaru, Luqman mengatakan jalur yang sempat terendam banjir itu sudah bisa dilintasi dengan kecepatan terbatas 10 km per jam.
"Sudah bisa dilintasi sejak pukul 15.00 WIB. KA Joglosemarkerto yang pertama melintas setelah dibuka kembali," katanya.
Menurut dia, pembukaan kembali jalur KA di Kabupaten Pekalongan tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.
Baca Juga:Sederet Fakta Hilangnya Pesawat ATR 42-500 di Maros, Membawa 11 Orang


