KEMATIAN Gojo Satoru di chapter 236 manga Jujutsu Kaisen menyisakan duka mendalam bagi penggemar anime di seluruh dunia. Gojo, yang dikenal dengan teknik Infinity (Mukagen) yang membuatnya mustahil disentuh, akhirnya harus mengakui keunggulan Raja Kutukan, Ryomen Sukuna. Namun, bagaimana mungkin seseorang yang memiliki pertahanan mutlak bisa dikalahkan?
Siapa Gojo Satoru dan Mengapa Ia Begitu Kuat?Gojo Satoru bukan sekadar penyihir biasa. Ia adalah pemegang dua bakat langka yang hanya muncul ratusan tahun sekali: Six Eyes (Rikugan) dan Limitless (Mukagen). Kombinasi ini memungkinkannya memanipulasi ruang pada tingkat atom dan memiliki energi kutukan yang hampir tidak terbatas karena efisiensi yang sempurna.
Selama bertahun-tahun, Gojo dianggap sebagai "puncak" kekuatan dalam dunia jujutsu, yang membuat kematiannya menjadi peristiwa yang mengubah peta kekuatan secara drastis.
Baca juga : 15 Domain Expansion Jujustu Kaisen Terkuat, Ternyata Bukan Satoru Gojo
Penyebab utama kematian Gojo Satoru adalah teknik World Cutting Slash (Tebasan Pembelah Dunia) milik Sukuna. Teknik ini bukan sekadar tebasan biasa yang mengincar tubuh fisik Gojo, melainkan serangan yang mengincar "ruang" atau "seluruh dunia" di mana Gojo berada.
Peran Mahoraga sebagai Cetak BiruSukuna menyadari bahwa ia tidak bisa menembus Infinity Gojo dengan cara konvensional. Oleh karena itu, ia menggunakan teknik sepuluh bayangan (Ten Shadows) milik Megumi Fushiguro untuk memanggil Eight-Handled Sword Divergent Sila Divine General Mahoraga.
Mahoraga memiliki kemampuan unik untuk beradaptasi dengan fenomena apa pun. Sukuna sengaja membiarkan Mahoraga beradaptasi dengan Infinity Gojo. Setelah Mahoraga menemukan cara untuk menetralisir pertahanan Gojo, Sukuna tidak langsung meniru cara tersebut, melainkan menunggu Mahoraga menunjukkan metode adaptasi kedua yang bisa ia terapkan pada teknik aslinya (Cleave dan Dismantle).
Baca juga : 8 Karakter Baru yang Muncul di Jujutsu Kaisen Season 3 Culling Game, ini Peran dan Kekuatannya
Mekanisme World Cutting Slash: Melampaui InfinityPada momen krusial, Mahoraga menunjukkan kemampuan untuk memperluas target teknik kutukannya. Alih-alih menebas Gojo, Mahoraga menebas "ruang" itu sendiri. Sukuna, yang merupakan jenius dalam teknik kutukan, langsung mempelajari metode ini.
Gojo Satoru tewas karena ia tidak menduga bahwa Sukuna bisa memperluas skala serangannya. Bagi Infinity, serangan yang mengincar objek akan selalu terhalang oleh jarak tak terbatas. Namun, jika yang diserang adalah "ruang" di mana jarak itu berada, maka pertahanan Gojo menjadi tidak relevan. Tubuh Gojo terbelah menjadi dua di bagian pinggang dalam satu serangan instan.
Momen Terakhir: Alam Bawah Sadar di BandaraSebelum dikonfirmasi tewas, pembaca diperlihatkan adegan di sebuah bandara imajiner. Di sana, Gojo bertemu dengan teman-temannya yang sudah gugur seperti Suguru Geto, Nanami Kento, dan Haibara Yu. Dalam percakapan tersebut, Gojo mengakui bahwa Sukuna sangat kuat dan ia merasa puas bisa bertarung dengan lawan yang mampu memberikan segalanya, meski ia merasa kasihan karena Sukuna tidak bisa merasakan cinta karena kekuatannya yang luar biasa.
Penyebab Gojo Satoru tewas adalah kombinasi dari kecerdasan taktis Ryomen Sukuna dan kemampuan adaptasi Mahoraga yang berhasil menciptakan celah pada teknik Limitless. Kematian ini membuktikan bahwa dalam dunia Jujutsu Kaisen, strategi dan pemahaman mendalam tentang teknik kutukan sering kali lebih menentukan daripada sekadar besarnya energi kutukan. (Z-4)
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)



