jatim.jpnn.com, SURABAYA - PDI Perjuangan mengusulkan agar pemilihan kepala daerah menggunakan sistem e-voting. Usulan ini menyikapi wacana pemilihan kepala daerah dari langsung menjadi tidak langsung atau lewat DPRD.
Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partai berlambang banteng ini menolak wacana pilkada tidak langsung. Menurutnya, wacana itu tidak menggambarkan aspirasi rakyat.
BACA JUGA: Hasto Ingatkan Bahaya Jika Kepala Daerah Tak Dipilih Langsung
“Ini karena komitmen terhadap amanat reformasi, kemudian juga aspek-aspek kedaulatan rakyat di dalam menentukan pemimpinnya secara langsung. Ini juga akan memperkuat basis legitimasi dari Kepala Daerah,” kata Hasto ditemui di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Sabtu (17/1).
Menurutnya, kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat tidak mudah dijatuhkan oleh parlemen.
BACA JUGA: Hasto: Demokrasi Sehat Butuh Penyeimbang, Bukan Oposisi Formal
“Dengan dipilih langsung maka masa jabatan Kepala Daerah bersifat tetap 5 tahun, ada jaminan kepastian masa jabatan, dan tidak mudah untuk dijatuhkan melalui Parlemen,” katanya
“Dengan basis legitimasi yang kuat, kepala daerah punya tanggung jawab terhadap rakyat untuk menjalankan janji-janji kampanye,” imbuh dia.
BACA JUGA: Berkunjung ke Surabaya, Hasto Bahas Kuliner Lokal dan Berpikir Kritis ala Bung Karno
Maka dari itu, sebagai gantianya, PDI Perjuangan mengusulkan pemilihan pilkada menggunakan sistem e-voting. Usulan ini juga menyikapi adanya penilaian bahwa pilkada langsung membutuhkan banyak biaya.
“Kemudian pelaksanaan secara e-voting, ini merupakan terobosan yang diperjuangkan PDI Perjuangan, bahkan kami telah melakukan suatu simulasi, karena Ibu Megawati sejak 10 tahun yang lalu itu mencoba bagaimana India saja bisa e-voting,” katanya.
Hasto mengungkapkan Indonesia punya sumber daya manusia (SDM) dan perkembangan teknologi yang mumpuni untuk menerapkan pilkada melalui e-voting.
“Maka kita juga harus bisa dengan mendayagunakan seluruh kemampuan nasional kita, misalnya melibatkan perguruan tinggi untuk merancang sistem e-voting tersebut agar biaya bisa semurah-murahnya,” kata Hasto. (mcr23/jpnn)
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)


