VIVA – Kasus Bripda Muhammad Rio menjadi sorotan bukan semata karena dugaan keterkaitannya dengan militer Rusia, melainkan rangkaian pelanggaran disiplin yang berujung pada pemecatan tidak hormat dari institusi Polri.
Polda Aceh menegaskan, proses etik terhadap Bripda Rio telah berjalan sejak jauh hari sebelum informasi keterlibatannya di luar negeri mencuat.
- Istimewa
Bripda Muhammad Rio tercatat sebagai anggota Satuan Brimob Polda Aceh. Kepolisian menyatakan yang bersangkutan telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah dinyatakan melakukan disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan.
Pemecatan tersebut diputuskan melalui Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar secara in absentia pada Januari 2026.
2. Riwayat Pelanggaran Etik Sebelum DisersiMenurut Polda Aceh, dugaan keterlibatan Rio dengan tentara Rusia tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Rio telah menjalani sidang KKEP atas pelanggaran kode etik profesi Polri terkait kasus perselingkuhan dan pernikahan siri.
Putusan sidang pada 14 Mei 2025 menjatuhkan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan di pelayanan markas (yanma) Brimob.
3. Tidak Masuk Dinas Sejak Desember 2025Masalah disiplin berlanjut ketika Rio tidak lagi masuk dinas sejak 8 Desember 2025 tanpa keterangan resmi. Ketidakhadiran tersebut mendorong Polda Aceh melakukan pencarian ke rumah pribadi maupun kediaman orang tua yang bersangkutan.
Selain pencarian fisik, kepolisian juga melayangkan dua kali surat panggilan sebelum akhirnya menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).
4. Langsung Menyandang Pangkat LetdaPada 7 Januari 2026, Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah pejabat internal Satbrimob Polda Aceh, termasuk anggota Provos dan pejabat pelayanan markas. Pesan itu berisi foto dan video yang menunjukkan dirinya telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.
Dalam keterangan yang beredar tersebut, Rio juga diklaim menyandang pangkat setara letnan dua dalam struktur pasukan Rusia yang diikutinya.
5. Gaji Rio sebagai Tentara BayaranDalam dokumentasi tersebut juga tergambar proses pendaftaran hingga informasi nominal gaji dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah.
Rio mengaku memperoleh gaji sekitar RUB 210 ribu per bulan, yang jika dikonversi setara Rp 42 juta. Selain gaji bulanan, Rio juga menyebut menerima bonus awal sebesar RUB 2 juta atau sekitar Rp 420 juta saat pertama kali bergabung.




