tvOnenews.com - Perkembangan fashion berbasis heritage dan kaligrafi Arab dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran penting dalam industri mode global.
Di tengah dominasi fast fashion, semakin banyak brand yang memilih jalur lebih reflektif dengan mengangkat identitas budaya, nilai spiritual, dan cerita personal sebagai fondasi desain.
Tren ini terlihat kuat di sejumlah negara Arab seperti Maroko, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, di mana kaligrafi Arab tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai medium penyampai makna dan narasi.
Di kawasan Timur Tengah, pendekatan ini kerap diterapkan pada busana modest wear, abaya kontemporer, hingga koleksi dekorasi rumah.
Kaligrafi digunakan untuk menampilkan peribahasa, puisi, atau frasa reflektif yang merepresentasikan nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa fashion dapat berperan sebagai ruang dialog antara tradisi dan modernitas.
Konsep serupa juga berpeluang diterapkan di Indonesia, mengingat besarnya pasar muslim dan ketertarikan konsumen pada produk yang memiliki nilai budaya.
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah rangkuman tips dan trik yang dapat menjadi panduan dalam membangun brand fashion berbasis heritage dan kaligrafi Arab, khususnya bagi pelaku industri kreatif di Indonesia.
1. Mulai dari Cerita dan Akar Budaya yang Jelas
Fondasi utama brand berbasis heritage adalah narasi. Cerita tidak harus berskala besar, tetapi harus autentik dan relevan.
Di sejumlah negara Arab, banyak brand fashion berangkat dari tradisi lisan keluarga, peribahasa turun-temurun, hingga nilai spiritual yang hidup dalam keseharian masyarakat. Cerita semacam ini kemudian diterjemahkan ke dalam desain melalui kaligrafi Arab.
Bagi pelaku usaha di Indonesia, pendekatan ini bisa dimulai dengan menggali nilai-nilai lokal yang memiliki irisan makna dengan budaya Islam atau universal, seperti pesan tentang kebijaksanaan, kesabaran, dan harmoni.
Narasi yang kuat akan membantu brand memiliki identitas yang konsisten dan mudah dikenali.
2. Gunakan Kaligrafi sebagai Medium Makna, Bukan Sekadar Ornamen
Salah satu kesalahan umum dalam fashion tematik adalah menjadikan elemen budaya hanya sebagai hiasan visual.



