STAMINA yang prima dan energi yang stabil adalah kunci produktivitas harian. Namun, banyak orang mengabaikan bahwa rasa lelah yang berkepanjangan sering kali bukan sekadar akibat kurang tidur, melainkan sinyal dari kekurangan gizi atau malnutrisi. Nutrisi yang tidak memadai secara langsung berdampak pada kemampuan tubuh untuk menghasilkan energi.
Hubungan Metabolisme dan EnergiMenurut penelitian yang dipublikasikan dalam PMC NCBI, tubuh memerlukan asupan mikronutrien (vitamin dan mineral) serta makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) yang seimbang untuk menjalankan metabolisme seluler.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, Vitamin B12, atau magnesium, proses transportasi oksigen dan produksi ATP (energi sel) terhambat. Akibatnya, individu akan merasakan kelelahan kronis meskipun sudah beristirahat cukup, karena sel-sel tubuh secara harfiah kekurangan "bahan bakar" untuk bekerja.
Baca juga : Bukan Cuma Suplemen! Ini 7 Kunci Nutrisi agar Tubuh Tetap Bertenaga saat Olahraga
Melansir Humanitarian Global, malnutrisi memiliki efek samping yang sistemik. Penurunan stamina hanyalah tahap awal; kekurangan gizi yang berkelanjutan menyebabkan:
- Penyusutan Jaringan Otot: Tubuh mulai memecah jaringan otot untuk mendapatkan energi, yang mengakibatkan kelemahan fisik yang nyata.
- Penurunan Imunitas: Tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit, yang pada akhirnya semakin menguras cadangan energi.
- Gangguan Kognitif: Kelelahan fisik akibat kurang gizi biasanya disertai dengan kabut otak (brain fog) dan penurunan fokus.
Kaitan antara nutrisi dan stamina sangat krusial bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Laporan dari EW Motion Therapy menyoroti bahwa kelompok seperti penari, pemandu sorak, dan pesenam sangat rentan terhadap penurunan performa akibat malnutrisi.
Tanpa kalori dan nutrisi yang cukup, tubuh tidak dapat melakukan pemulihan jaringan setelah beraktivitas. Hal ini meningkatkan risiko cedera dan menyebabkan kelelahan ekstrem yang menghambat prestasi atletik.
Lelah yang tidak kunjung hilang adalah peringatan bahwa pola makan Anda perlu dievaluasi. Memenuhi kecukupan gizi bukan hanya soal kenyang, tetapi tentang memastikan setiap sel mendapatkan nutrisi untuk mendukung stamina optimal. Jika kelelahan terus berlanjut, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar vitamin dan mineral dalam darah untuk mendeteksi potensi defisiensi gizi sejak dini.
Sumber: PMC NCBI, Humanitarian Global, EW Motion Therapy.





