Bisnis.com, SURABAYA — Mantan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan pohon mangrove merupakan pagar laut alami yang seharusnya ditanam di seluruh kawasan pesisir guna melindungi Tanah Air dari bencana alam.
Risma sapaan akrabnya menjelaskan, Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan. Menurutnya, terdapat banyak keuntungan dari upaya penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir.
“Indonesia kan negara kepulauan, kalau semua wilayah [pesisir ditanami mangrove], maka bukan hanya kita yang terjaga dari bencana alam,” ucap Risma pada sela-sela kunjungannya di Kebun Raya Mangrove Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Risma menyatakan bahwa selain melindungi manusia dari ancaman bencana alam di masa depan, keberadaan pohon mangrove juga turut serta akan melindungi berbagai macam biota laut.
“Ini adalah natural sea wall. Kualitas dari protein, sumber protein kita, yaitu ikan-ikan dan makanan-makanan laut, itu akan terjaga,” bebernya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana ini mencontohkan saat dirinya mengunjungi sebuah pulau di Tailan.
Baca Juga
- Perkuat Benteng Pesisir, Jakarta Susun Aturan Perlindungan Mangrove
- Keren! Siswa SMP di Surabaya Inisiasi Tanam Ribuan Mangrove untuk Cegah Abrasi
- Jaga Alam dan Tingkatkan Kualitas Hidup, Bank BJB Tanam 10.000 Mangrove
Dirinya mendapatkan informasi bahwa berbagai bangunan di tempat yang diketahui sebagai lokasi syuting film aksi James Bond, "The Man with the Golden Gun" itu hancur-lebur usai diterjang tsunami yang berpusat di Samudra Hindia pada 2004 lalu.
“Saya pernah dapat penghargaan di Phuket, Thailand. Waktu itu saya menerima penghargaan, saya sempatkan, saya berputar. Saat itu guide (pemandu) menceritakan, ada pulau namanya James Bond karena dipakai syuting. Semua hancur, termasuk hotel yang ditempati [pemeran dan tim] James Bond saat itu,” imbuhnya.
Sedangkan, Risma membandingkan, dampak serta kerusakan yang terjadi pascatsunami di Pulau Khao Phing Kan, Tailan tersebut dengan Indonesia. Dirinya mengungkapkan terdapat sebuah wilayah yang tidak terdampak saat tsunami Aceh.
“Itu karena terlindung oleh pohonan cemara udang. Sampingnya bahkan bangunannya sangat jelek, maksudnya bangunan semi permanen itu dia masih utuh, tidak tersentuh tsunami,” ucapnya.
Oleh sebab itu, mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini menegaskan, penanaman mangrove secara masif sangat diperlukan di Indonesia. Sebab, pohon tersebut bisa menahan bencana alam yang berpotensi serta melindungi ekosistem laut yang ada.
Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya memperkuat status hukum kawasan mangrove. Seperti Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya. Dengan statusnya sebagai kebun raya, kawasan lindung seluas 34 hektare yang mencakup kawasan Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo itu memiliki status hukum yang kuat.
“Jika statusnya kebun raya, kekuatan hukumnya jauh lebih kuat dan tidak bisa dialihfungsikan sembarangan,” pungkas Risma.




