jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela memastikan bahwa kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran sejauh ini dilaporkan dalam kondisi aman.
Hal itu dikatakan untuk memastikan bahwa WNI tak terdampak kisruh demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran.
BACA JUGA: Kecam Langkah Israel, Kemlu Sebut Kemerdekaan Somaliland Ancaman bagi Perdamaian Dunia
“Dilaporkan oleh KBRI Tehran, (WNI) dalam kondisi aman, tidak terdampak oleh demonstrasi yang berlangsung,” ucap Nabyl saat dihubungi JPNN.com, pada Jumat (16/1).
Menurut dia, KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut, yang mayoritas adalah pelajar atau mahasiswa.
BACA JUGA: Legislator RI Soroti Cawe-Cawe Asing di Iran: Memperkeruh Keadaan
“Meskipun sempat ada kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, namun sejak 12 Januari telepon lokal telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Iran,” kata dia.
Nabyl menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk memulangkan atau mengevakuasi para WNI di Iran karena kondisi yang masih kondusif.
BACA JUGA: Setelah Diancam Donald Trump, Iran Batalkan 800 Eksekusi Hukuman Mati
“Sejauh ini berdasarkan pengamatan atas kondisi di sana, belum diperlukan evakuasi,” tuturnya.
Walau begitu, KBRI mengimbau WNI untuk waspada dan menghubungi hotline apabila ada urgensi.
Sebagai informasi, saat ini tengah terjadi demonstrasi besar-besaran di Iran yang menentang pemerintah.
Ratusan orang dilaporkan tewas akibat demonstrasi besar-besaran tersebut.
Gelombang protes dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, terkait dengan depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota lain.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai "perusuh bersenjata," yang telah melakukan beberapa serangan di tempat umum di seluruh negeri. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi



