Jakarta, VIVA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyebut ada tiga anak buahnya yang ikut dalam pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Tiga orang pegawai KKP itu merupakan tim air surveilans dari Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yakni Analisa Pengamat, Penata Muda Tingkat 1 Ferry Irrawan.
Kemudian, Penata Muda 1, Deden Mulyana selaku Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal selaku Operator Foto Udara.
- Tangkapan Layar Youtube KKP
"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveilans di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," ucap Sakti dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Januari 2026 malam.
Ia menambahkan saat ini seluruh tim SAR gabungan masih dalam upaya pencarian atau search and rescue. Sakti juga turut prihatin atas peristiwa hilangnya pesawat ATR itu.
"Jadi saya mohon doa dari teman-teman semua untuk yang terbaik, segera bisa ditemukan dan kita bisa tahu persis apa yang terjadi," kata dia.
Saat ini, lanjut Sakti, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan terkini soal peristiwa tersebut.
"KKP tentu telah dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan pencarian pesawat air surveillance tersebut. Terkait hal pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo menjelaskan ada tujuh orang lainnya yang merupakan awak pesawat, namun belum juga ditemukan.
"Saya menginformasikan dari PT IAT bahwa klarifikasi, bahwa kru yang on board ada tujuh," ujar dia.
- Tangkapan Layar Youtube KKP
Ketujuh orang itu yakni Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia lolita, Esther Aprilita dan satu orang yang belum disebutkan.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membenarkan pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), merupakan pesawat patroli kementerian itu.





