Hasto: Demokrasi Sehat Butuh Penyeimbang, Bukan Oposisi Formal

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan peran partainya di parlemen dijalankan sebagai kekuatan penyeimbang dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia.

Menurut Hasto, Ketua DPR RI Puan Maharani telah menjabarkan bagaimana praktik kehidupan parlemen harus disesuaikan dengan sistem presidensial. Dalam sistem tersebut, efektivitas pemerintahan membutuhkan padanan berupa multipartai yang sederhana.

BACA JUGA: Berkunjung ke Surabaya, Hasto Bahas Kuliner Lokal dan Berpikir Kritis ala Bung Karno

“Dalam sistem presidensial, partai yang terlalu banyak justru membuat pemerintahan tidak efektif. Karena itu, pengaturan seperti parliamentary threshold dan pembentukan fraksi merupakan bagian dari penataan sistem politik,” kata Hasto.

Dia menjelaskan Rakernas PDI Perjuangan juga menegaskan bahwa penataan sistem politik harus berjalan beriringan dengan penataan sistem hukum agar tercipta keadilan. Berbeda dengan sistem parlementer yang mengenal garis tegas antara koalisi pemerintah dan oposisi, Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal.

BACA JUGA: 3 Ahli Hukum Serahkan Amicus Curiae Tuk Hasto: Bukti Lemah, Harus Bebas Murni

“Kita bukan sistem parlementer. Karena itu, PDI Perjuangan menjalankan fungsi penyeimbang. Semua pihak, baik di dalam maupun di luar pemerintahan, terikat pada Pancasila dan konstitusi,” ujarnya.

Hasto menegaskan setiap kebijakan pemerintah yang sejalan dengan ideologi, konstitusi, dan kepentingan rakyat akan didukung. Sebaliknya, apabila terdapat perbedaan pandangan, PDI Perjuangan akan menawarkan opsi kebijakan alternatif.

BACA JUGA: PDIP Instruksikan Tunda Retret Seusai Hasto Ditahan KPK, Begini Kabar Eri Cahyadi

Dia mencontohkan, dalam sektor pangan PDI Perjuangan mengusung konsep kedaulatan pangan, sedangkan di bidang pertahanan, partai berlambang banteng itu mengedepankan konsep geopolitik Soekarno yang menyesuaikan postur pertahanan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan.

“Defense system kita harus dibangun dari laut dan udara. Bung Karno punya cita-cita Indonesia menjadi negara terkuat dari Samudera Indonesia menuju masa depan Pasifik,” katanya.

Hasto menilai fungsi penyeimbang tersebut merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat. Demokrasi, lanjutnya, membutuhkan mekanisme check and balances, kritik, serta pilihan kebijakan yang beragam.

Dia juga menyebut fungsi penyeimbang sebagai tugas patriotik partai, yang dijalankan melalui riset dan kajian kebijakan, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada, PDI Perjuangan mendorong biaya politik yang lebih murah, tanpa mahar politik, serta mengedepankan gotong royong antarpartai.

“Pemilu harus tetap menempatkan rakyat sebagai hakim tertinggi melalui pemilihan langsung. Itulah fungsi penyeimbang yang terus kami jaga,” ucap Hasto. (mcr12/jpnn)


Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kini Sama-sama Berstatus Sebagai Tersangka dengan Richard Lee, Doktif Minta Penegak Hukum Berlaku Adil
• 12 jam lalugrid.id
thumb
DPRD Apresiasi Puskesmas & Posyandu Sukses Turunkan Angka Stunting di Kota Yogya
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
96 WNI dari Arab Saudi Mendadak Dipulangkan, Ada Apa?
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Viral Biduan Goyang Erotis di Panggung Isra Mikraj
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Apa Sih Arti Plenger? Bahasa Gaul yang Lagi Viral
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.