Rudolph Speid: Misi Bawa Jamaika ke Piala Dunia

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Kingston

Mantan akuntan korporat kini memegang kendali Timnas Jamaika untuk hadapi babak play-off krusial Maret mendatang.

Di dunia akuntansi korporat, ketelitian terhadap detail dan disiplin tinggi adalah kunci keberhasilan. Bagi Rudolph Speid, prinsip yang sama kini ia terapkan dalam misi yang jauh lebih emosional: membawa tim nasional sepak bola Jamaika kembali ke panggung Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya sejak 1998.


(Timnas Jamaika (Foto: FIFA))

Setelah kepergian Steve McClaren menyusul kegagalan di kualifikasi zona Concacaf, Federasi Sepak Bola Jamaika (JFF) menunjuk Speid sebagai pelatih interim. 

Tugasnya sederhana namun berat: memenangkan dua pertandingan di turnamen play-off antar-konfederasi pada Maret 2026 ini.

"Saya adalah pengendali keuangan, yang berarti Anda menjalankan bisnis secara mendasar. Saya terbiasa menghadapi para direktur terbaik di ruang rapat. Di sanalah saya mendapatkan pengalaman cara mengelola orang," ujar Speid dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, menjelaskan bagaimana latar belakang profesionalnya membantu transisinya ke dunia kepelatihan.

Dari Ruang Rapat ke Lapangan Hijau

Transformasi Speid bukan terjadi dalam semalam. Sejak 2012, ia membangun klub lokal Cavalier SC dari divisi enam hingga menjadi kekuatan utama di Liga Primer Jamaika dan kompetisi Concacaf. Kini, ia dipandang sebagai pelatih lokal paling berkualifikasi untuk menangani Reggae Boyz.

"Presiden (Federasi) datang dan mengatakan bahwa kita sedang dalam kondisi buruk. Beliau merasa saya orang yang tepat, jadi saya mengajukan diri," kata Speid mengenai penunjukannya.

Jamaika dijadwalkan menghadapi Kaledonia Baru pada 26 Maret. Jika berhasil menang, mereka akan berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo pada 31 Maret dalam laga hidup-mati demi satu tiket ke Piala Dunia 2026.

Misi Nasional di Tengah Pemulihan Pasca-Bencana

Bagi pria berusia 63 tahun ini, kualifikasi bukan sekadar prestasi olahraga. Ia melihat sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa, terutama setelah Jamaika dihantam Badai Melissa yang melumpuhkan sebagian besar wilayah pulau tersebut.

"Seluruh kota musnah. Saya benar-benar ingin melakukannya untuk negara, bukan untuk diri saya sendiri. Lolos ke Piala Dunia akan memberikan sesuatu yang bisa dirayakan oleh bangsa ini," ungkapnya penuh emosi.

Mengenai tekanan besar yang ada di pundaknya, pelatih yang sering mengutip lirik Bob Marley ini tetap tenang. Ia menekankan bahwa persiapan matang dan perencanaan ekstensif adalah prioritas utamanya saat ini.

"Pesan utama saya adalah kita akan bersiap secara metodis. Kami tidak akan membiarkan satu batu pun terlewat. Jika itu tidak cukup, saya hanya akan menyanyikan lagu Bob Marley: ‘Don’t worry about a thing, ‘cause every little thing gonna be alright’," tutup Speid optimistis.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Trump atas Kerusuhan dan Korban Tewas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Yang Sudah Diketahui dari Hilangnya Pesawat ATR Pengangkut Pegawai KKP
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jabodetabek Diprediksi Hujan Lebat Sampai 23 Januari
• 9 jam laludetik.com
thumb
[FULL] Pengamat Soal Banjir Jakarta, Ungkap Konsep Pengendalian Banjir-Drainase Jakarta Tertinggal
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
• 11 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.