Kendari (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari mengerahkan tujuh mobil untuk memadamkan 14 bangunan berupa gudang dan rumah kontrakan yang terbakar di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Damkar Kota Kendari Ahriawandy saat ditemui di Kendari, Sabtu (17/1) malam, menyampaikan bahwa insiden kebakaran 14 bangunan tersebut terjadi sekira pukul 21.45 Wita.
"Kami kerahkan tujuh mobil damkar untuk memadamkan kebakaran 14 bangunan," kata Ahriawandy.
Menurut dia, selain tujuh mobil damkar, pemadaman api juga melibatkan 13 mobil tandon air yang menjadi mitra Dinas Damkar ketika insiden kebakaran terjadi bersama relawan bencana.
Ahriawandy menyebut 14 bangunan terbakar terdiri dari satu kios, tiga rumah makan, rumah kontrakan, serta satu gudang penampung hasil bumi seperti jambu mete dan kopra.
"Dugaan sementara penyebabnya karena korsleting listrik atau hubungan arus pendek," ujarnya.
Ahriawandy menjelaskan bahwa dugaan awal api bersumber dari satu gudang kemudian membesar dan membakar bangunan lainnya termasuk kios dan rumah kontrakan.
Baca juga: Damkar Bandung kerahkan 9 mobil atasi kebakaran gudang bahan sepatu
Menurut dia, seluruh bangunan itu ditinggal oleh pemiliknya sedangkan gudang yang menjadi sumber kebakaran diduga dijaga satu orang penghuni sehingga dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 miliar karena ada gudang yang memang menampung hasil bumi untuk dikirim ke daerah lain," ujarnya.
Pemadaman api membutuhkan waktu selama satu jam karena material bangunan sebagian berbahan papan dan adanya hasil bumi seperti mete di dalam gudang.
Selain itu, banyaknya warga yang menyaksikan kebakaran di lokasi kejadian juga menyulitkan mobil Damkar menjangkau titik api.
Sementara itu, warga sekitar Asna (23) menyebut awalnya sumber api dari salah satu gedung yang berada paling ujung. Kemudian api terus membesar dan membakar bangunan lainnya.
Baca juga: Damkar Ambon berhasil padamkan tujuh Ruko terbakar di Pasar Batu Merah
"Gedung di situ memang ada tempat penyimpanan hasil bumi, tetapi mungkin karena angin kencang juga jadi cepat juga membesar apinya," ucap Asna.
Kepala Dinas Damkar Kota Kendari Ahriawandy saat ditemui di Kendari, Sabtu (17/1) malam, menyampaikan bahwa insiden kebakaran 14 bangunan tersebut terjadi sekira pukul 21.45 Wita.
"Kami kerahkan tujuh mobil damkar untuk memadamkan kebakaran 14 bangunan," kata Ahriawandy.
Menurut dia, selain tujuh mobil damkar, pemadaman api juga melibatkan 13 mobil tandon air yang menjadi mitra Dinas Damkar ketika insiden kebakaran terjadi bersama relawan bencana.
Ahriawandy menyebut 14 bangunan terbakar terdiri dari satu kios, tiga rumah makan, rumah kontrakan, serta satu gudang penampung hasil bumi seperti jambu mete dan kopra.
"Dugaan sementara penyebabnya karena korsleting listrik atau hubungan arus pendek," ujarnya.
Ahriawandy menjelaskan bahwa dugaan awal api bersumber dari satu gudang kemudian membesar dan membakar bangunan lainnya termasuk kios dan rumah kontrakan.
Baca juga: Damkar Bandung kerahkan 9 mobil atasi kebakaran gudang bahan sepatu
Menurut dia, seluruh bangunan itu ditinggal oleh pemiliknya sedangkan gudang yang menjadi sumber kebakaran diduga dijaga satu orang penghuni sehingga dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Kerugian diperkirakan sekitar Rp5 miliar karena ada gudang yang memang menampung hasil bumi untuk dikirim ke daerah lain," ujarnya.
Pemadaman api membutuhkan waktu selama satu jam karena material bangunan sebagian berbahan papan dan adanya hasil bumi seperti mete di dalam gudang.
Selain itu, banyaknya warga yang menyaksikan kebakaran di lokasi kejadian juga menyulitkan mobil Damkar menjangkau titik api.
Sementara itu, warga sekitar Asna (23) menyebut awalnya sumber api dari salah satu gedung yang berada paling ujung. Kemudian api terus membesar dan membakar bangunan lainnya.
Baca juga: Damkar Ambon berhasil padamkan tujuh Ruko terbakar di Pasar Batu Merah
"Gedung di situ memang ada tempat penyimpanan hasil bumi, tetapi mungkin karena angin kencang juga jadi cepat juga membesar apinya," ucap Asna.



