Kevin Wu Desak Pemprov DKI Ubah Strategi Penanganan Banjir, Fokus pada Skala Kecamatan dan Kelurahan

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meninggalkan pendekatan terpusat dalam penanganan banjir dan mulai mengadopsi strategi berbasis kecamatan serta kelurahan guna mengantisipasi banjir yang kian sulit diprediksi.

Pendekatan Wilayah Dinilai Lebih Efektif

Kevin menilai bahwa titik banjir di Jakarta kini semakin beragam dan tidak bisa lagi ditangani dengan strategi makro yang seragam.

" Pendekatan penanganan banjir harus lebih fleksibel dan berbasis wilayah, karena kondisi tiap kecamatan dan kelurahan berbeda," ungkapnya.

Ia meminta Pemprov DKI segera melakukan pemetaan wilayah rawan banjir secara menyeluruh, agar pengiriman sumber daya seperti pompa air dapat tepat sasaran.

Wilayah-wilayah seperti Kelurahan Kedoya Selatan disebut sebagai contoh area yang perlu perhatian ekstra karena tingkat kerawanannya.

Selain itu, Kevin juga mendorong peningkatan kapasitas perangkat wilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu bertindak cepat saat terjadi genangan maupun banjir besar.

Satgas Jaga Jakarta Harus Lebih Responsif

Kevin juga menyoroti pentingnya peran Satgas Jaga Jakarta, yang menurutnya belum optimal dalam penanganan banjir.

" Satgas itu dibentuk untuk bersiaga di tengah masyarakat, bukan hanya saat kondisi normal. Mereka harus dikerahkan langsung ke lapangan saat banjir terjadi," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Satgas memiliki peran strategis dalam memberi respons cepat dan membantu warga terdampak di titik-titik kritis.

Terkait penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Kevin menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan solusi utama dalam mengatasi banjir.

" OMC hanya bagian kecil dari sistem penanganan banjir. Pemprov tetap harus hadir secara nyata di lapangan," katanya.

Korban Jiwa dan Pengungsian Jadi Alarm Serius

Desakan Kevin ini disampaikan menyusul banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik di wilayah Cilincing dan Tanjung Priok.

Ribuan warga juga sempat mengungsi karena rumah mereka terendam air.

Situasi ini menurut Kevin menjadi alarm serius bahwa pendekatan penanganan banjir harus diubah, dari yang bersifat terpusat menjadi berbasis wilayah, agar lebih cepat dan tepat dalam mengatasi dampaknya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rumah Sakit TNI AU Dodi Sarjito Jadi Lokasi TIM DVI Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengembalian Dana TKD Aceh, Sumut, Sumbar Tak Cukup Pulihkan Daerah Pasca-Bencana
• 8 jam lalukompas.id
thumb
China Cermati Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta Senilai Rp33,8 Triliun
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hujan Deras Minggu (18/1) Sebabkan Banjir di Jakarta, ini Daftar Lokasi yang Tergenang
• 10 jam lalumerahputih.com
thumb
5 Berita Populer: Wardatina Mawa Ajukan 2 Syarat; Bukti Chat Ammar Zoni Dibuka
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.