FAJAR.CO.ID, MAROS — Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan temuan serpihan oleh pendaki betul-betul dari pesawat ATR yang hilang kontak.
“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan bahwa itu adalah pesawat ATR, karena belum ditemukan titik yang dapat diidentifikasi secara pasti,” ujar Andi Sultan, Minggu (18/1/2026).
Minggu ini, kata Andi Sultan, pihaknya membagi empat tim, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Pangdam Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko sebelumnya.
“Pencarian melalui jalur darat saat ini sedang berlangsung, dan malam ini juga sedang dibuat posko SAR gabungan di Tompobulu,” ucapnya.
Dijelaskan Andi Sultan, pencarian terhadap lokasi jatuhnya pesawat terus dilakukan hingga Sabtu malam oleh tim gabungan.
“Kami belum bisa menyampaikan sampai jam berapa pencarian dilakukan, yang jelas tim akan bergerak sampai ke puncak Gunung Bulu Saraung, Pos 3,” terang dia.
Apabila titik lokasi belum ditemukan, kata Andi Sultan, maka area pencarian akan diperluas. Fokus utamanya, menemukan korban.
“Terkait foto-foto yang beredar, sampai saat ini kami belum bisa memberikan konfirmasi. Walaupun sudah ada pihak yang menyatakan bahwa foto tersebut valid, namun kami belum dapat memastikan kebenarannya,” kuncinya.
Sebelumnya diketahui, data manifest penerbangan pesawat ATR milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar telah dirilis.
Total terdapat 11 orang di dalam pesawat, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Delapan kru penerbangan tersebut meliputi Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S.
Sementara tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur dan mengedepankan kehati-hatian mengingat kondisi medan serta cuaca di lokasi.
(Muhsin/Fajar)




