Bisnis.com, DENPASAR – Operator seluler Smartfren (XLSMART) menargetkan seluruh wilayah Bali terkoneksi dengan jaringan 5G pada kuartal II/2026.
Chief Marketing Officer Smartfren XLSMART, Sukaca Purwokardjono, menjelaskan saat ini baru Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang terkoneksi dengan jaringan 5G secara blanket coverage, yaitu penyediaan jaringan 5G yang merata dalam satu wilayah kota.
"Untuk 7 kabupaten lainnya di Bali akan segera menyusul, kami menargetkan di kuartal II/2026 sudah 100%," kata Sukaca dikutip Minggu (18/1/2026).
Walaupun dipasang secara menyeluruh, Sukaca menjamin keandalan 5G XLSMART, karena jaringan 5G XLSMART dibangun menggunakan teknologi baru dengan spektrum yang dialokasikan khusus untuk layanan 5G (dedicated spectrum) dengan tujuan menjaga kualitas koneksi.
XLSMART memanfaatkan spektrum mid-band yang memberikan keseimbangan optimal antara kecepatan dan jangkauan, sehingga mampu menghadirkan performa jaringan yang lebih merata, baik di area terbuka maupun di dalam ruangan.
Sukaca menjelaskan tidak ada kendala dalam proses transisi ke 5G, pengguna smartphone 5G sudah di atas 60%.
Baca Juga
- Sebanyak 250 Rumah Terendam Banjir di Lombok Tengah
- Penutupan TPA Suwung di Bali Kembali Ditunda
- Pemprov Bali Tambah Penyertaan Modal Rp445 Miliar ke BPD Bali
Dia optimistis proyek ini akan sukses di Bali maupun di seluruh Indonesia, apalagi ditopang sekitar 3.400 BTS 5G di 13 kota/kabupaten, termasuk lebih dari 600 BTS 5G yang berada di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung Bali.
"Hanya prosesnya memang butuh waktu agar kualitasnya terjaga," kata Sukaca.
Sebagai tambahan informasi, Layanan 5G XLSMART tahap awal tersedia di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung Bali dan 11 kota/kabupaten lainnya, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik di Jawa Timur, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga di Jawa Tengah, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta di DI Yogyakarta, Kota Makassar di Sulawesi, serta Kota Balikpapan di Kalimantan.




