Liputan6.com, Jakarta - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan usai hilang kontak. Pesawat itu membawa 10 orang, tiga di antaranya pegawai Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae, menyampaikan empati kepada keluarga kru dan penumpang serta, mengapresiasi respons cepat tim SAR gabungan. Ia menegaskan keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan publik dengan merujuk pada informasi resmi.
Advertisement
"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan dan kelaikan pesawat harus dipastikan benar-benar siap terbang, serta setiap penerbangan wajib dijalankan dengan prinsip kehati-hatian penuh," kata Ridwan dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Dia menegaskan, pilot dan seluruh awak penerbangan harus selalu beroperasi sesuai prosedur tetap (protap) yang berlaku, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca dan wilayah yang berisiko.
Ridwan menambahkan, Komisi V DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif setelah investigasi resmi diselesaikan, agar setiap temuan dapat menjadi dasar penguatan sistem keselamatan penerbangan.
"Keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap kejadian harus menjadi pelajaran untuk terus memperbaiki sistem serta memastikan negara hadir melindungi masyarakat," jelas dia.


