PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan volume angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tumbuh sebesar 37 persen, dari 10.386 ton pada 2024 menjadi 14.256 ton pada 2025. Capaian ini melampaui hingga 66 persen dari target.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti menyampaikan, pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap layanan angkutan limbah B3. Menurutnya, pengelolaan limbah B3 menuntut sistem logistik yang aman, terintegrasi, dan patuh terhadap ketentuan.
“Karena itu, pemilihan moda dan layanan angkutan menjadi elemen penting dalam memastikan pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab dan selaras dengan komitmen keberlanjutan,” ujar Aniek dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1).
Dia menjelaskan, seluruh pengangkutan B3 oleh KAI Logistik dilakukan berdasarkan surat Rekomendasi Pengangkutan B3 melalui Kereta Api, yang memastikan bahwa jalur, titik muat, dan bongkar di wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi.
“Moda kereta api memiliki keunggulan dibandingkan moda transportasi lainnya, terutama dari sisi keselamatan dan pengendalian risiko. Jalur khusus kereta membuat potensi kecelakaan maupun pencemaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
KAI Logistik juga mengantongi izin resmi untuk seluruh jenis konten limbah B3 yang diangkut. Lebih lanjut, penerapan standar operasional yang ketat mulai pengawalan petugas tersertifikasi dan pemeriksaan berkala di empat check point untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan pengiriman.
“Selain lebih efisien dan aman, penggunaan kereta api turut membantu menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menghadirkan solusi logistik terintegrasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Aniek
Dalam pelaksanaannya, perusahaan telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk pengangkutan limbah B3 menggunakan moda kereta api.
Layanan angkutan limbah B3 telah ada sejak 2018. Saat ini, layanan tersebut melayani rute Kalimas – Nambo, sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan limbah industri yang aman dan terintegrasi.
Ke depan, KAI Logistik mengembangkan layanan melalui berbagai langkah inovasi guna meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional, antara lain pengembangan pada terminal Kalimas dan Nambo, agar dapat melakukan aktivitas baik bongkar maupun muat di masing-masing terminal.
“Selain itu, perusahaan juga membuka peluang pengembangan titik layanan baru untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia jasa logistik limbah B3 yang tepercaya, berizin lengkap, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.





