Trump Minta USD 1 Miliar kepada Negara yang Mau Dapat Kursi Tetap Dewan Perdamaian Gaza

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara membayar lebih dari USD 1 miliar AS (sekitar Rp16,8 triliun) untuk memperoleh hak atas kursi permanen di Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace), demikian laporan Bloomberg mengutip rancangan piagam dewan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang beranggotakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

Baca Juga :
Makin Sengit! Donald Trump Sebut Iran Butuh Pemimpin Negara Baru
AS Peringatkan Maskapai Berhati-hati Lintasi Wilayah Amerika Tengah, Selatan dan Pasifik Selama 60 Hari, Ada Apa?

“Setiap Negara Anggota akan menjabat selama paling lama tiga tahun sejak piagam ini mulai berlaku, dengan kemungkinan perpanjangan oleh Ketua," demikian bunyi rancangan dokumen itu, seperti dikutip Bloomberg.

"Masa keanggotaan tiga tahun tersebut tidak berlaku bagi Negara Anggota yang menyumbangkan dana tunai lebih dari 1 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian dalam tahun pertama sejak piagam ini berlaku,” demikian bagian lain rancangan dokumen tersebut.

Menurut Bloomberg, Trump akan menjadi ketua pertama dewan dan secara pribadi memutuskan negara mana yang akan diundang.

Keputusan akan diambil berdasarkan suara mayoritas, namun seluruh keputusan tetap memerlukan pengesahan dari ketua. Dokumen itu juga menyebutkan Trump bertanggung jawab menyetujui segel resmi kelompok tersebut.

Pada pertengahan November 2025, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diusulkan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump terkait penyelesaian konflik di Jalur Gaza. Sebanyak 13 dari 15 anggota dewan mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Rencana AS untuk Gaza mengusulkan pemerintahan internasional sementara di wilayah tersebut serta pembentukan dewan perdamaian yang dipimpin oleh Trump.

Rencana itu juga mencakup mandat militer bagi pasukan stabilisasi internasional yang akan dikerahkan dengan koordinasi Israel dan Mesir. Hingga kini, belum ada informasi mengenai komposisi pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Rencana Gaza versi Trump tidak mencakup keterlibatan langsung maupun tidak langsung Hamas dalam pemerintahan Gaza di masa depan.

Pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel lainnya berulang kali menyatakan tekad Israel untuk mencapai penghapusan total kelompok pejuang Palestina, Hamas, baik secara militer maupun politik. (Ant)

Baca Juga :
Eropa Ancam Boikot Piala Dunia Sebagai Protes AS Ingin 'Caplok' Greenland
Menhan Venezuela: Serangan AS Tewaskan 83 Orang, 32 Warga Kuba
Iran Klaim Tak Akan Hukum Mati Demonstran, Trump: Lihat Saja Nanti

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Momen Presiden Prabowo Berbincang dengan Jokowi Saat Pernikahan Agung Surahman
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Permukiman Rawa Indah Jakut Kembali Diterjang Banjir
• 11 jam laludetik.com
thumb
Paradoks Negara Kaya dan Kemiskinan yang Meningkat
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kia Pastikan Bawa 3 Mobil Baru di IIMS 2026, Dari ICE hingga EV!
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Diceraikan, Ditinggal, Lalu Dipaksa Menerima Kembali: Konflik Pedih Sosok Sarah
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.