Soal Menstruasi-Batasan Tubuh, Ini Peran Orang Tua dalam Pendidikan Seks Anak

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pendidikan seks masih sering dipandang sebagai topik yang sensitif, bahkan tabu, untuk dibicarakan dengan anak. Tak sedikit orang tua merasa canggung atau takut salah dalam menyampaikannya. Padahal, tanpa disadari anak justru membutuhkan panduan sejak dini agar memahami tubuhnya sendiri dan mampu melindungi diri dari risiko yang tidak diinginkan.

Menurut Dokter Spesialis Andrologi, Seksologi, dan Anti-Aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, edukasi seksual justru sangat penting diberikan sejak dini. Ia menilai, belum semua sekolah memberikan pendidikan seks secara menyeluruh.

Pendidikan Seks Sejak Dini Masih Minim, Peran Orang Tua Jadi Kunci

Karena itu, orang tua memegang peran paling penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. Pendidikan seks tidak harus selalu disampaikan dengan istilah medis yang rumit, melainkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian.

“Peran orang tua penting itu memberikan pendidikan seks paling enggak orang tua tanya anaknya, ‘Sudah mens belum?” Misalnya anak perempuan itu kok banyak jerawat, ‘kamu harus periksa banyak jerawat’ Itu kan termasuk pendidikan seks juga,” ucap Prof. Wimpie dalam acara Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).⁠

⁠Tak hanya itu, pendidikan seks juga berkaitan erat dengan nilai dan contoh di dalam keluarga. Kata Prof. Wimpie, keharmonisan hubungan suami istri menjadi teladan penting bagi anak. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua sering bertengkar, hal itu bisa berdampak pada cara anak memandang relasi di masa depan.

Ia juga menekankan pentingnya orang tua untuk tidak menutup mata terhadap isu batasan tubuh. Anak perlu diberi pemahaman sejak dini tentang bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain, dan bahwa mereka berhak menolak sentuhan yang membuat tidak nyaman.

Sementara untuk anak laki-laki, orang tua juga dianjurkan tidak segan memperhatikan perkembangan fisik anak, misalnya saat memandikan. Mengecek apakah organ kelamin berkembang normal sesuai usia merupakan langkah sederhana namun penting untuk deteksi dini bila ada masalah kesehatan.

“Jangan segan orang tua sekali-sekali waktu memandikan anaknya dilihat anaknya normal nggak nih kelaminnya. Kok kecil dibandingkan teman seumurnya. Itu juga salah satu cara yang sederhana yang bisa dilakukan orang tua,” imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penembakan di Bar Afsel, 8 Orang Tewas dan 3 Luka-luka
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
5 Berita Terpopuler: Kekhawatiran Terbukti, tetapi Alih Status PPPK ke PNS Bakal Didukung PGRI, Tak Mungkin Diputus Kontrak
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
China Cermati Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta Senilai Rp33,8 Triliun
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Pusat Fokus Pulihkan Pesantren Darul Mukhlisin Usai Banjir Bandang di Aceh Tamiang
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Bursa Transfer Paruh Musim BRI Super League: Persija Dirumorkan Gaet Ivar Jenner, Manajer Beri Respons
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.