Evakuasi Korban Pesawat ATR Tunggu Cuaca Bersahabat

fajar.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAROS — Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengungkap kronologi penemuan serpihan pesawat yang diduga milik ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Diceritakan Bangun, proses pencarian membuahkan hasil kurang dari 24 jam sejak operasi SAR digelar. Penentuan titik jatuh pesawat diawali dengan briefing pada pagi hari sebelum tim diterjunkan ke lokasi.

“Kurang dari 24 jam ini kita sudah bisa menemukan exact location jatuhnya pesawat yaitu dimulai dari kegiatan 05.30 Wita, kita sudah melaksanakan briefing,” ujar Bangun kepada awak media di Media Centre Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Usai briefing, operasi dilanjutkan dengan penerbangan heli dari Lanud Sultan Hasanuddin menuju kawasan Calaca.

Informasi awal mengenai dugaan lokasi serpihan pesawat menjadi dasar pergerakan tim udara.

“Kemudian dilanjutkan dengan take-off heli Calaca, karena sudah mendapatkan informasi seperti yang saya rekomen Basarnas tadi bahwa ada indikator serpihan pesawat menuju ke tempat itu,” lanjutnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika serpihan pesawat pertama kali terpantau pada pukul 07.17 Wita. Tak lama berselang, temuan itu diperkuat oleh tim darat yang sudah lebih dulu mencapai lokasi.

“Sehingga pada pukul 07.17 Wita itu ditemukan. Kemudian seperti yang disampaikan oleh Basarnas pada 08.02 itu diyakinkan oleh tim darat, padahal tim darat sudah menemukan serpihan pesawat itu,” Bangun menuturkan.

Pada pukul 08.09 Wita, tim gabungan kembali menemukan titik yang memungkinkan untuk pendaratan helikopter di puncak Gunung Bulusaraung. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menurunkan personel SAR ke lokasi kejadian.

“Alhamdulillah di puncak Gunung Bulusaraung ini ada tempat yang memungkinkan untuk pendaratan heli. Sehingga kita bisa menurunkan tim SAR yang terdiri dari tim Kopasgat dan dari Basarnas,” ucapnya.

Tim SAR yang diterjunkan membawa perlengkapan lengkap, termasuk alat komunikasi agar koordinasi dengan posko utama tetap terjaga.

“Mereka membawa peralatan, di samping itu juga membawa alat komunikasi sehingga kita yang ada di posko itu bisa langsung berkomunikasi dengan tim yang ada di TKP ataupun tempat pesawat itu jatuh,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada pukul 08.17 Wita, enam personel SAR, terdiri dari lima anggota Kopasgat dan satu personel Basarnas berhasil diturunkan dari heli dan langsung melakukan penyisiran lokasi bersama tim darat.

Namun, Bangun mengakui medan pencarian sangat menantang. Selain kontur pegunungan yang ekstrem, cuaca berkabut turut menyulitkan proses evakuasi.

“Perlu saya sampaikan bahwa kondisi medan sangat ekstrem kemudian cuaca juga demikian hari ini. Di samping kita mendapatkan kondisi medan yang seperti itu dan juga cuaca sekarang di daerah tempat kejadian itu cukup berkabut,” ungkapnya.

Dari hasil penyisiran awal, tim SAR telah menemukan dua bagian besar pesawat, yakni badan pesawat dan ekor, termasuk jendela pesawat. Seluruh temuan tersebut telah dicatat beserta koordinatnya.

“Kemudian hasil temuan tim SAR intinya adalah kita sudah menemukan dua bagian besar pesawat dari badan pesawat, ekor pesawat serta jendela pesawat. Ini sudah ada koordinatnya,” terang dia.

Terkait rencana evakuasi korban, Pangdam menegaskan akan mengutamakan keselamatan personel. Jika cuaca memungkinkan, evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter.

Namun, jika kondisi tidak mendukung, korban akan dievakuasi melalui jalur darat menuju pos gabungan di Kabupaten Pangkep.

“Kalau cuaca memungkinkan kita akan evakuasi menggunakan heli dengan catatan safety first. Kalau tidak, nanti kita akan bawa korban ke pos di Kabupaten Pangkep, yang sudah ada pos gabungan dari TNI, Polri, serta pemerintah daerah,” tegasnya.

Bangun juga menyampaikan bahwa operasi SAR ini melibatkan ratusan personel gabungan.

Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan.

“Tadi sudah dipimpin langsung oleh bapak Danrem 141 bahwa dia sudah memimpin kurang lebih 144 tim gabungan,” kata Bangun.

Ia menambahkan, tim di lapangan telah dibagi ke dalam beberapa satuan kecil guna menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan medan yang berat.

“Intinya di sana adalah kerja by sistem, minimal bergerak satu tim satu tim, mengingat kondisi cuaca dan medan yang cukup ekstrem,” kuncinya.

(Muhsin/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Newcastle diimbangi Wolves dengan skor 0-0
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Tim SAR Temukan Alat Pemancar Sinyal Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pesawat ATR 400 Sempat Mengalami Gangguan Mesin Sebelum Jatuh
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Warga Temukan Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung: Jasadnya Utuh
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Korban Pertama ATR 42-500 Ditemukan, Evakuasi Terkendala Jurang Bulusaraung
• 11 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.